Gowa - Mahasiswa baru Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, mengikuti pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di lingkungan UIN Alauddin Makassar. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru Prodi SPI untuk mengenal kehidupan akademik, lingkungan kampus, serta berbagai aktivitas kemahasiswaan yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai mahasiswa.
Pembukaan PBAK Tahun Akademik 2026/2027 diawali melalui Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang berlangsung di Masjid Agung Sultan Alauddin, Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa, 1 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Kedaulatan Akademik, Menopang Ketahanan Bangsa” dan diikuti oleh mahasiswa baru dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
Sebanyak 5.320 mahasiswa baru pada delapan fakultas mengikuti rangkaian PBAK sebagai bagian dari proses awal memasuki kehidupan akademik di UIN Alauddin Makassar. Salah satu di antaranya adalah mahasiswa baru Prodi Sejarah Peradaban Islam yang menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Adab dan Humaniora.
Sidang Senat Terbuka Luar Biasa tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Mardan, M.Ag. Kegiatan juga dihadiri Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko yang memberikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa baru.
Momentum pembukaan PBAK juga ditandai dengan penerimaan mahasiswa baru secara resmi oleh Rektor UIN Alauddin Makassar sebagai bagian dari sivitas akademika UIN Alauddin Makassar. Penerimaan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Rektor UIN Alauddin Makassar Nomor 960 Tahun 2026 tanggal 31 Agustus 2026 tentang Nama dan Nomor Induk Mahasiswa Baru Program Strata Satu UIN Alauddin Makassar Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan PBAK.
Bagi mahasiswa baru Prodi SPI, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memahami identitas dan kultur akademik yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi. PBAK tidak hanya menjadi kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang pengenalan terhadap berbagai aspek kehidupan kampus, mulai dari proses pembelajaran, lingkungan akademik, hingga ruang pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, kreativitas, dan prestasi.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Muhammad Halifah Mustamin, M.Pd., menyampaikan bahwa PBAK merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademiknya. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalani kehidupan di ruang perkuliahan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang melalui berbagai lembaga dan kegiatan kemahasiswaan.
Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa baru Prodi SPI agar sejak awal mampu memanfaatkan berbagai ruang akademik dan kemahasiswaan yang tersedia. Kehidupan sebagai mahasiswa bukan hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter, kemampuan berorganisasi, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan membangun jejaring.
Jumlah mahasiswa baru yang mengikuti PBAK pada delapan fakultas di UIN Alauddin Makassar menunjukkan besarnya dinamika akademik yang akan berlangsung pada Tahun Akademik 2026/2027. Fakultas Adab dan Humaniora sendiri menerima 321 mahasiswa baru, yang kemudian menjadi bagian dari keluarga akademik fakultas, termasuk mahasiswa baru Prodi Sejarah Peradaban Islam.
Keberagaman mahasiswa yang hadir dalam PBAK juga menjadi bagian penting dari kehidupan akademik UIN Alauddin Makassar. Lingkungan kampus mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang dalam satu ruang pendidikan. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa SPI untuk membangun sikap terbuka, menghargai perbedaan, serta mengembangkan semangat kebersamaan dalam kehidupan kampus.
Secara keseluruhan, UIN Alauddin Makassar menyambut 10.428 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Jumlah tersebut terdiri atas 5.320 mahasiswa pada delapan fakultas, 277 mahasiswa pada lima program profesi, 3.915 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan 916 mahasiswa Program Pascasarjana.
Bagi mahasiswa baru Prodi Sejarah Peradaban Islam, dimulainya PBAK sekaligus menandai awal perjalanan akademik untuk mempelajari sejarah dan peradaban Islam secara lebih mendalam. Sebagai mahasiswa SPI, mereka nantinya tidak hanya dituntut memahami berbagai dinamika sejarah masa lalu, tetapi juga mampu melihat relevansi sejarah dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Melalui rangkaian PBAK, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal lebih dekat lingkungan UIN Alauddin Makassar sekaligus memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari sivitas akademika. Pengenalan terhadap budaya akademik sejak awal diharapkan dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan dan mempersiapkan diri mengikuti proses pendidikan selama menempuh studi.
Pembukaan PBAK Tahun Akademik 2026/2027 akhirnya menjadi titik awal perjalanan mahasiswa baru Prodi Sejarah Peradaban Islam sebagai bagian dari keluarga besar UIN Alauddin Makassar. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, dan menorehkan prestasi, baik di bidang akademik maupun kemahasiswaan.