Gowa - Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), UIN Alauddin Makassar, Chaerul Mundzir Muchtar Lutfi, S.Hum., M.Hum., menjadi narasumber dalam kegiatan Akselerasi Penyelesaian Skripsi Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), IAIN Parepare, pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Penyelesaian Skripsi yang Terukur, Terarah dan Berkualitas” tersebut berlangsung di Coworking Space (Ruang Kaca) Laboratorium Terpadu IAIN Parepare.
Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk membahas strategi percepatan penyelesaian studi mahasiswa, khususnya dalam proses penyusunan skripsi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk menyusun perencanaan penelitian secara sistematis, memperkuat keterampilan penelusuran sumber, serta membangun komunikasi yang efektif dengan dosen pembimbing agar proses penyelesaian skripsi berjalan lebih terarah tanpa mengabaikan kualitas dan integritas akademik.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Parepare, H. Muiddin Bakri, Wakil Dekan I Ahmad Yani, Wakil Dekan II Muh. Ihsan Darwis, Kepala Bagian Tata Usaha H. Nurmi, serta para dosen tetap Program Studi Sejarah Peradaban Islam IAIN Parepare dan mahasiswa peserta kegiatan. Hadir pula rombongan dosen Prodi SPI UIN Alauddin Makassar sebagai bagian dari partisipasi dalam kegiatan akademik lintas perguruan tinggi tersebut.
Dalam sambutannya, Dekan FUAD IAIN Parepare, H. Muiddin Bakri, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada percepatan penyelesaian studi mahasiswa. Ia menekankan bahwa penyusunan skripsi membutuhkan target yang jelas, perencanaan yang matang, serta komitmen mahasiswa untuk menyelesaikan setiap tahapan penelitian. Selain itu, integritas akademik perlu senantiasa dijaga agar proses penyusunan karya ilmiah berlangsung secara jujur dan bertanggung jawab.
Dekan juga mengingatkan pentingnya komunikasi aktif antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Melalui bimbingan yang rutin, berbagai kendala penelitian dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi sejak dini sehingga tidak menghambat penyelesaian skripsi. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kegiatan ini untuk meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kemampuan akademik, dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Dalam sesi pemaparan materi, Chaerul Mundzir Muchtar Lutfi menyampaikan strategi akselerasi penyelesaian skripsi berdasarkan pengalaman pengelolaan program studi dan data perkembangan penyelesaian studi mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang kerap dihadapi mahasiswa dalam penelitian sejarah adalah pemilihan judul yang belum disertai penelusuran awal terhadap ketersediaan sumber. Ketertarikan terhadap suatu tema penelitian perlu diimbangi dengan kajian literatur dan studi pendahuluan untuk memastikan bahwa sumber primer maupun sekunder yang dibutuhkan dapat ditemukan dan diakses.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, dari 91 mahasiswa yang belum menyelesaikan studi pada laporan tahun 2024, sebanyak 57 mahasiswa masih tertahan pada tahap setelah seminar proposal. Data ini memperlihatkan bahwa tahap penelitian setelah seminar proposal menjadi salah satu bagian penting yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mempercepat penyelesaian skripsi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Chaerul memaparkan sejumlah strategi yang dapat diterapkan mahasiswa. Strategi tersebut meliputi penguatan minat penelitian melalui seminar lintas program studi, pengembangan tugas perkuliahan menjadi bahan penelitian skripsi, pemanfaatan sumber digital seperti layanan e-Resources Perpustakaan Nasional, serta peningkatan keterampilan heuristik atau penelusuran sumber sejarah. Mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan kesempatan magang di lembaga yang menyimpan arsip dan koleksi sejarah guna memperluas akses terhadap sumber penelitian.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menyelaraskan topik skripsi dengan peta jalan penelitian program studi. Sebelum mengajukan judul, mahasiswa perlu memastikan relevansi topik, kecukupan sumber, serta kemungkinan penelitian dilaksanakan sesuai waktu yang tersedia. Setelah judul ditetapkan, mahasiswa diharapkan menjaga konsistensi penulisan, menetapkan target penyelesaian yang realistis, dan melaksanakan bimbingan secara berkala.
Dalam pemaparannya, Chaerul menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan skripsi tidak hanya ditentukan oleh menariknya topik yang dipilih, tetapi juga oleh kesiapan sumber yang mendukung penelitian. Pesan tersebut dirangkum dalam ungkapan, “Skripsi selesai bukan karena judulnya menarik, tetapi karena sumbernya terjangkau.” Prinsip ini menjadi pengingat bahwa penelitian sejarah membutuhkan perencanaan yang cermat, keterampilan penelusuran sumber, serta kemampuan mengelola waktu dan proses penelitian secara konsisten.
Partisipasi Ketua Prodi SPI UIN Alauddin Makassar sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pertukaran pengalaman akademik antarp perguruan tinggi, khususnya dalam pengelolaan pendidikan dan pendampingan penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Forum tersebut juga membuka ruang berbagi praktik dan strategi untuk menghadapi tantangan penyelesaian studi, terutama pada bidang kajian Sejarah Peradaban Islam.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi SPI IAIN Parepare semakin mampu merencanakan dan menyelesaikan skripsi secara terukur, terarah, dan berkualitas. Bagi Prodi SPI UIN Alauddin Makassar, partisipasi dalam forum akademik lintas perguruan tinggi ini turut mendukung penguatan jejaring kelembagaan dan pertukaran pengetahuan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi, penelitian sejarah, serta kualitas lulusan.
Sumber: https://www.iainpare.ac.id/blog/berita-1/prodi-spi-gelar-akselerasi-penyelesaian-skripsi-dorong-mahasiswa-lulus-tepat-waktu-dan-berkualitas-6766