Gowa - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Ardianto, mahasiswa kelas AK 2 SPI angkatan 2025, berhasil meraih Juara III Cabang Olahraga Sepak Takraw Poros Intim IV se-Indonesia Timur yang diselenggarakan oleh UIN Datokarama Palu.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa SPI tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan dan daya saing pada bidang olahraga di tingkat regional. Capaian ini sekaligus mengharumkan nama Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, serta UIN Alauddin Makassar di ajang kompetisi antarperguruan tinggi.
Ajang Poros Intim (Pekan Olahraga se-Indonesia Timur) IV merupakan salah satu kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur untuk berkompetisi dalam sejumlah cabang olahraga. Pada cabang sepak takraw, persaingan berlangsung ketat karena diikuti oleh atlet-atlet mahasiswa yang telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat daerah maupun nasional.
Ardianto berhasil menunjukkan performa yang konsisten sepanjang pertandingan hingga mengantarkannya meraih peringkat ketiga. Prestasi tersebut menjadi hasil dari latihan yang disiplin, semangat juang yang tinggi, serta kerja keras dalam menghadapi setiap pertandingan selama kompetisi berlangsung.
Keberhasilan ini juga mencerminkan pentingnya pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Selain didorong untuk unggul dalam bidang akademik, mahasiswa SPI juga diberikan ruang untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang nonakademik, termasuk olahraga, seni, dan berbagai kegiatan kemahasiswaan lainnya. Prestasi yang diraih di luar ruang kuliah menjadi bagian dari upaya membentuk lulusan yang berkarakter, kompetitif, dan mampu beradaptasi dalam berbagai bidang.
Civitas akademika Program Studi Sejarah Peradaban Islam menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Ardianto atas capaian tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan nonakademik, serta berani berkompetisi di berbagai ajang tingkat regional maupun nasional.
Keberhasilan Ardianto juga memperkuat komitmen Program Studi SPI dalam mendukung pengembangan prestasi mahasiswa secara holistik. Program studi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi, kepemimpinan, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama.
Melalui capaian ini, Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk mengukir prestasi di berbagai bidang. Dengan semangat berkompetisi dan terus mengembangkan diri, mahasiswa SPI diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi positif dalam bidang olahraga, seni, budaya, dan pengabdian kepada masyarakat.
Prestasi Ardianto menjadi kebanggaan bersama sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam mampu bersaing dan berprestasi di tingkat Indonesia Timur, membawa nama baik almamater melalui semangat sportivitas, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi.