Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
uin-alauddin.ac.id Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Ketua dan Sekretaris Prodi SPI UIN Alauddin Makassar Hadiri Munas APSII 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Ketua dan Sekretaris Prodi SPI UIN Alauddin Makassar Hadiri Munas APSII 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Gowa - Ketua dan Sekretaris Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Alauddin Makassar turut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Program Studi Sejarah Islam se-Indonesia (APSII) Tahun 2026 yang diselenggarakan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengelola Program Studi Sejarah Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat komunikasi, membahas perkembangan keilmuan, serta merumuskan arah pengembangan program studi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi saat ini.

Keikutsertaan Ketua Prodi SPI, Chaerul Mundzir Muchtar Lutfi, S. Hum., M. Hum., dan Sekretaris Prodi, Dr. Muhammad Arif, M. Hum., dalam Munas APSII 2026 merupakan bagian dari komitmen program studi untuk terus terlibat aktif dalam forum nasional yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan Sejarah Islam. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarpengelola program studi, tetapi juga menjadi wadah untuk mendiskusikan berbagai persoalan dan isu terkini yang dihadapi Program Studi Sejarah Islam di tengah dinamika pendidikan tinggi nasional.

Munas APSII 2026 secara khusus membahas sejumlah isu aktual yang berkaitan dengan keberlangsungan dan pengembangan Program Studi Sejarah Islam di Indonesia. Pembahasan tersebut menjadi penting mengingat Program Studi Sejarah Islam terus menghadapi perkembangan kebutuhan akademik, perubahan kebijakan pendidikan tinggi, tuntutan dunia kerja, serta tantangan dalam mempertahankan eksistensi dan distingsi keilmuan di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui forum Munas, para pengelola program studi dari berbagai perguruan tinggi dapat bertukar pengalaman mengenai pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum, penguatan bidang penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan. Pertukaran gagasan tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Program Studi Sejarah Islam sebagai bagian penting dalam pengembangan ilmu sejarah, kebudayaan, dan peradaban Islam di Indonesia.

Selain membahas isu-isu strategis Program Studi Sejarah Islam, salah satu agenda utama Munas APSII 2026 adalah pemilihan Ketua Asosiasi Program Studi Sejarah Islam se-Indonesia (APSII) untuk periode 2026–2027. Agenda tersebut menjadi bagian penting dalam keberlanjutan organisasi, sekaligus menjadi momentum untuk menentukan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa APSII semakin aktif dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi antarprogram studi.

Dalam proses pemilihan tersebut, Dr. Zakiyah Darojat dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terpilih sebagai Ketua APSII periode 2026–2027. Dr. Zakiyah Darojat menggantikan Ahmad Abas Musofa, M.Ag., yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Ketua APSII periode 2025–2026.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari mekanisme organisasi untuk memastikan keberlanjutan program dan agenda APSII. Kepemimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya sekaligus menghadirkan gagasan-gagasan baru yang sesuai dengan kebutuhan Program Studi Sejarah Islam di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Bagi Prodi SPI UIN Alauddin Makassar, keikutsertaan dalam Munas APSII 2026 memiliki arti strategis. Forum tersebut menjadi ruang bagi program studi untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pengalaman, serta membangun komunikasi dengan pengelola Program Studi Sejarah Islam dari berbagai wilayah Indonesia. Keterlibatan dalam organisasi profesi dan asosiasi program studi juga menjadi salah satu bentuk kontribusi Prodi SPI dalam pengembangan jejaring akademik dan penguatan kelembagaan.

Lebih jauh, keberadaan APSII menjadi penting dalam membangun sinergi antarpengelola Program Studi Sejarah Islam. Persoalan yang dihadapi masing-masing program studi tidak selalu dapat diselesaikan secara individual, sehingga diperlukan komunikasi dan kerja sama lintas perguruan tinggi. Melalui APSII, berbagai pengalaman dan praktik baik dapat dibagikan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan program studi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.

Munas APSII 2026 juga diharapkan dapat menghasilkan arah organisasi yang semakin responsif terhadap perkembangan pendidikan tinggi. Penguatan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan penelitian sejarah Islam, publikasi ilmiah, digitalisasi sumber sejarah, serta penguatan kerja sama akademik menjadi bagian dari agenda yang relevan untuk terus dikembangkan. Dengan demikian, APSII tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang strategis bagi pengembangan keilmuan Sejarah Islam secara nasional.

Atas terpilihnya Dr. Zakiyah Darojat sebagai Ketua APSII periode 2026–2027, Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Alauddin Makassar menyampaikan ucapan selamat dan sukses. Prodi SPI UIN Alauddin Makassar berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta membawa APSII semakin maju dalam memperkuat eksistensi dan pengembangan Program Studi Sejarah Islam di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Prodi SPI UIN Alauddin Makassar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ahmad Abas Musofa, M.Ag. atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin APSII periode 2025–2026. Kepemimpinan dan kerja yang telah dilakukan selama masa kepengurusan diharapkan menjadi bagian penting dari fondasi keberlanjutan APSII pada periode berikutnya.

Partisipasi Ketua dan Sekretaris Prodi SPI UIN Alauddin Makassar dalam Munas APSII 2026 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada akhirnya menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik sekaligus menunjukkan komitmen Prodi SPI untuk terus berkontribusi dalam pengembangan Sejarah Islam di tingkat nasional. Melalui sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat di antara program studi, diharapkan APSII mampu menjadi wadah yang strategis dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi serta memperkuat posisi kajian Sejarah Islam dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Indonesia.