Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
uin-alauddin.ac.id Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Prodi SPI Ikuti Audiensi Bersama Asosiasi AI Indonesia

Prodi SPI Ikuti Audiensi Bersama Asosiasi AI Indonesia

Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar turut berpartisipasi dalam kegiatan audiensi bersama Asosiasi AI Indonesia yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh pimpinan fakultas tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan dan pengelola akademik, mulai dari Wakil Dekan, Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Program Studi, hingga Sekretaris Program Studi di lingkungan Fakultas Adab dan Humaniora.

Audiensi ini diselenggarakan sebagai upaya memperkenalkan berbagai peluang kerja sama antara perguruan tinggi dan Asosiasi AI Indonesia dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen maupun mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang semakin berpengaruh terhadap dunia pendidikan, penelitian, dan dunia kerja.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi forum diskusi strategis untuk membahas berbagai program pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi AI. Dalam pertemuan tersebut, pihak Asosiasi AI Indonesia memaparkan sejumlah program sertifikasi, pelatihan, serta peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan dan kapasitas akademik dosen.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian peserta audiensi adalah peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh Sertifikat Profesi Kompetensi yang diakui sebagai bukti penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja yang saat ini semakin menuntut penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Selain sertifikat kompetensi, Asosiasi AI Indonesia juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar tambahan Certified Ethical AI, yaitu sertifikasi yang menunjukkan pemahaman mengenai penggunaan kecerdasan buatan secara etis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip-prinsip profesional. Sertifikasi ini dinilai penting mengingat pemanfaatan teknologi AI saat ini tidak hanya memerlukan kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran terhadap aspek etika dan dampak sosial yang ditimbulkan.

Dalam audiensi tersebut juga dijelaskan bahwa mahasiswa berkesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan workshop yang dirancang sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja. Program-program tersebut mencakup pemanfaatan AI dalam berbagai bidang profesi, pengembangan keterampilan digital, analisis data, serta penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas akademik maupun profesional. Kehadiran program ini dipandang sebagai peluang yang sangat baik untuk meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi di era transformasi digital.

Tidak hanya mahasiswa, para dosen juga menjadi sasaran utama program pengembangan yang ditawarkan oleh Asosiasi AI Indonesia. Dalam pemaparannya, pihak asosiasi menyampaikan bahwa dosen dapat mengikuti pelatihan khusus dan memperoleh sertifikat penggunaan AI untuk pembelajaran dan penelitian. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan sebagai alat bantu pembelajaran, pengembangan bahan ajar, analisis data penelitian, hingga penyusunan publikasi ilmiah.

Bagi Program Studi Sejarah Peradaban Islam, peluang tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan pendidikan tinggi saat ini. Pemanfaatan teknologi AI dapat mendukung proses pembelajaran sejarah melalui digitalisasi sumber-sumber sejarah, pengolahan data penelitian, pengembangan media pembelajaran interaktif, hingga analisis historiografi berbasis teknologi digital. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam bidang AI menjadi langkah penting untuk menghadapi tantangan akademik di masa depan.

Selain menawarkan berbagai program sertifikasi dan pelatihan, Asosiasi AI Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam berbagai bidang. Bentuk kerja sama yang ditawarkan meliputi penyelenggaraan seminar, workshop, pelatihan kompetensi, penelitian kolaboratif, pendampingan pengembangan kurikulum berbasis teknologi, hingga berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Audiensi berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai mekanisme sertifikasi, bentuk kerja sama yang dapat dilaksanakan, serta peluang implementasi program di masing-masing program studi. Para peserta menyambut positif berbagai tawaran kerja sama tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan transformasi pendidikan tinggi di era digital.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, termasuk Program Studi Sejarah Peradaban Islam, memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai berbagai peluang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Di samping itu, audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kolaborasi yang berkelanjutan antara UIN Alauddin Makassar dan Asosiasi AI Indonesia dalam menciptakan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan dunia kerja yang terus berubah.

Dengan semakin terbukanya peluang kerja sama tersebut, Program Studi SPI optimistis bahwa penguatan kompetensi digital, sertifikasi profesional, dan pemanfaatan teknologi AI akan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.