Gowa-Dalam rangka mendukung pelaksanaan akreditasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Tim Task Force Akreditasi Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Adab dan Humaniora terus memaksimalkan proses pengumpulan dan penyusunan data program studi yang dilaksanakan pada 14–16 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penguatan dokumen dan pemenuhan instrumen akreditasi sebagai bentuk evaluasi mutu akademik dan tata kelola program studi.
Kegiatan pengumpulan data dilakukan secara intensif dengan melibatkan pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta tim pendukung akreditasi di lingkungan Prodi SPI. Selama tiga hari pelaksanaan, tim bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan seluruh data akademik, administrasi, dan pendukung lainnya tersusun secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan akreditasi perguruan tinggi.
Ketua Tim Task Force Akreditasi Prodi SPI menjelaskan bahwa pengumpulan data menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses akreditasi karena seluruh informasi yang disiapkan akan menjadi dasar penilaian terhadap kualitas program studi dan institusi. Oleh karena itu, ketelitian, kelengkapan, dan validitas data menjadi perhatian utama selama proses penyusunan berlangsung.
Berbagai dokumen yang dikumpulkan meliputi data kurikulum, kegiatan pembelajaran, penelitian dosen, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, kerja sama institusi, prestasi mahasiswa, hingga dokumen penunjang tata kelola program studi. Selain itu, tim juga melakukan sinkronisasi data dengan berbagai unit terkait guna memastikan kesesuaian antara dokumen fisik dan data digital yang dimiliki program studi.
Proses pengumpulan data dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur. Setiap anggota tim diberikan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing agar proses penyusunan dokumen dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Koordinasi rutin juga dilakukan untuk memantau perkembangan pekerjaan serta mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses persiapan akreditasi.
Pimpinan Prodi SPI menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan program studi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola akademik. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar proses administratif, tetapi juga momentum evaluasi untuk melihat capaian, tantangan, dan langkah pengembangan program studi ke depan.
Selain fokus pada kelengkapan dokumen, Tim Task Force Akreditasi juga melakukan penataan arsip dan penguatan data pendukung yang berkaitan dengan capaian tridharma perguruan tinggi. Hal tersebut dilakukan agar seluruh aktivitas akademik yang telah dilaksanakan oleh Prodi SPI dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses dalam proses penilaian nantinya.
Suasana kerja selama proses pengumpulan data berlangsung penuh semangat dan kolaboratif. Para dosen dan tim pendukung terlihat aktif berdiskusi, melakukan verifikasi data, serta menyusun berbagai kebutuhan administrasi akreditasi. Kebersamaan dan kerja sama tim menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Prodi SPI menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan. Persiapan akreditasi dipandang sebagai bagian dari upaya membangun budaya mutu di lingkungan program studi, sekaligus memperkuat daya saing institusi di tingkat perguruan tinggi.
Kegiatan pengumpulan data yang berlangsung pada 14–16 Mei 2026 tersebut diharapkan mampu menghasilkan dokumen akreditasi yang komprehensif, akurat, dan representatif terhadap capaian Prodi SPI selama ini. Dengan dukungan seluruh civitas akademika, Prodi Sejarah Peradaban Islam optimistis dapat menghadapi proses akreditasi perguruan tinggi dengan baik serta terus berkembang menjadi program studi yang unggul dan berkualitas.