Pada hari Rabu, 22 April 2025, dilakukan penyerahan buku secara langsung oleh dosen pembimbing, Mastanning, S. Hum., M. Hum., yang selama ini membimbing proses kreatif dan akademik mahasiswa dalam menghasilkan karya tersebut. Dalam sambutannya, Mastanning menekankan pentingnya hilirisasi karya akademik mahasiswa agar tidak hanya berhenti sebagai tugas perkuliahan, tetapi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat akademik melalui perpustakaan. Ia juga mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang telah mampu mengolah sumber-sumber sejarah menjadi karya yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga komunikatif dan menarik.
Adapun dua buku yang diserahkan dalam kesempatan tersebut merupakan hasil karya mahasiswa yang mencerminkan dua pendekatan berbeda dalam kajian sejarah, yakni pendekatan kreatif-populer dan pendekatan filologis-akademik.
Buku pertama adalah sebuah komik sejarah berjudul “Cahaya dari Bone: Terbentuknya Sebuah Kerajaan.” Karya ini merupakan adaptasi dari lontara sakke’ Bone, sebuah naskah tradisional yang mengisahkan asal-usul dan perkembangan awal Kerajaan Bone di Sulawesi Selatan. Melalui medium komik, mahasiswa berupaya menghadirkan kembali narasi sejarah lokal dalam bentuk yang lebih mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda. Visualisasi tokoh, alur cerita, serta latar budaya dalam komik ini dirancang dengan tetap mempertahankan substansi historis yang terkandung dalam lontara, sehingga nilai edukatifnya tetap terjaga.
Inovasi dalam bentuk komik ini menunjukkan bahwa kajian sejarah tidak harus selalu disajikan dalam format teks akademik yang kaku. Sebaliknya, sejarah dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan esensi ilmiahnya. Dengan demikian, karya ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara tradisi lisan dan tulisan dengan budaya visual kontemporer, sekaligus memperluas jangkauan pembaca sejarah di kalangan masyarakat umum.
Sementara itu, buku kedua merupakan karya yang lebih bersifat akademik dengan pendekatan filologi, yaitu transliterasi dan terjemahan naskah klasik berbahasa Belanda berjudul Verzameling van Inlandsche Wetten. Naskah ini berisi kumpulan hukum adat yang mencakup perkara 1 hingga 98, yang menjadi salah satu sumber penting dalam memahami sistem hukum adat di masa kolonial. Melalui proses transliterasi, mahasiswa mengalihaksarakan teks asli ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca, sementara terjemahan yang disertakan membantu pembaca memahami isi naskah tanpa harus menguasai bahasa Belanda.
Karya ini memiliki nilai akademik yang tinggi karena tidak hanya membuka akses terhadap sumber sejarah yang sebelumnya sulit dijangkau, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pelestarian naskah klasik sebagai bagian dari warisan intelektual. Selain itu, buku ini juga dapat menjadi rujukan penting bagi peneliti yang tertarik pada kajian hukum adat, sejarah kolonial, maupun dinamika sosial masyarakat Nusantara di masa lampau.
Penyerahan buku ini mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan karya yang bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Alauddin Makassar mampu berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik melalui pendekatan kreatif maupun akademik. Dengan adanya penyerahan ini, diharapkan kedua buku tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti sebagai sumber referensi yang bernilai. Lebih jauh lagi, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, menggali sumber-sumber sejarah, serta mengembangkan berbagai bentuk publikasi yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.