Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
uin-alauddin.ac.id Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Menelusuri Jejak Sejarah Luwu: Mahasiswa SPI 4AK1 Garap Film Dokumenter Sejarah di Istana Langkanae

Menelusuri Jejak Sejarah Luwu: Mahasiswa SPI 4AK1 Garap Film Dokumenter Sejarah di Istana Langkanae

Gowa-Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) kelas 4AK1 melaksanakan kegiatan pengambilan gambar dan wawancara narasumber untuk proyek film dokumenter sejarah pada 8–10 Mei 2026 di wilayah Luwu. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengembangan pembelajaran berbasis praktik sekaligus upaya mahasiswa dalam mendokumentasikan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal melalui media audio visual.

Pengambilan gambar dipusatkan di Istana Langkanae Kedatuan Luwu yang menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah dan kebudayaan Tanah Luwu. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai historis yang erat kaitannya dengan perkembangan Kedatuan Luwu sebagai salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan.

Dalam proses produksi film dokumenter tersebut, mahasiswa melakukan wawancara dengan dua narasumber, yakni Andi Sulolipu Sulthani dan Ustadz Taslim. Kedua narasumber memberikan penjelasan mengenai sejarah, nilai budaya, serta perkembangan peradaban Islam di wilayah Luwu dari berbagai perspektif.

Andi Sulolipu Sulthani selaku tokoh adat Luwu menjelaskan pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat. Dalam wawancara tersebut, ia juga memaparkan peran Kedatuan Luwu dalam perjalanan sejarah Sulawesi Selatan serta nilai-nilai adat yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Sementara itu, Ustadz Taslim memberikan pandangan akademik terkait perkembangan Islam di Tanah Luwu serta keterkaitan antara sejarah lokal dengan dinamika peradaban Islam di Nusantara. Penjelasan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memperkaya narasi dokumenter yang sedang disusun oleh mahasiswa SPI 4AK1.

Kegiatan pengambilan gambar dilakukan secara bertahap selama tiga hari dengan melibatkan seluruh anggota tim produksi mahasiswa. Selain proses wawancara, mahasiswa juga mendokumentasikan berbagai sudut Istana Langkanae, artefak budaya, serta suasana lingkungan sekitar yang dinilai memiliki nilai historis dan visual kuat untuk mendukung isi dokumenter.

Ketua tim produksi menjelaskan bahwa proyek film dokumenter ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Luwu kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Menurutnya, media film dokumenter dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam menyampaikan pesan sejarah secara lebih menarik dan mudah dipahami.

Selain sebagai tugas akademik, proyek ini juga menjadi pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan riset sejarah, wawancara, penulisan naskah, hingga teknik produksi audio visual. Mahasiswa dituntut untuk mampu mengolah data sejarah menjadi karya dokumenter yang informatif, edukatif, dan memiliki nilai akademik.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan respons positif dari masyarakat dan pihak terkait di Luwu. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah lokal melalui pendekatan kreatif dan ilmiah. Dokumentasi terhadap situs bersejarah serta wawancara dengan tokoh adat diharapkan mampu menjadi arsip pengetahuan yang dapat dimanfaatkan di masa mendatang.

Melalui proyek ini, mahasiswa SPI 4AK1 menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung di lapangan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga memori kolektif masyarakat serta memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya lokal kepada publik yang lebih luas.

Film dokumenter sejarah yang tengah diproduksi tersebut direncanakan akan dipublikasikan sebagai media edukasi dan hasil karya akademik mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam. Dengan mengangkat sejarah dan budaya Luwu, mahasiswa berharap karya tersebut dapat meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian sejarah daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.