Uzlah Digital;Menemukan Ketenangan di Era Digital

  • 07:21 WITA
  • Administrator
  • Artikel

Di era digital yang serba cepat ini, kita terus dibombardir oleh berbagai notifikasi, informasi, dan tuntutan dari dunia maya. Media sosial, aplikasi pesan instan, dan berita daring seolah-olah tidak memberi ruang bagi kita untuk bernapas. Manusia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap media seperti smartphone, bahkan ada tagline humoris berbunyi; Lebih baik ketinggalan istri dari pada ketinggalan hp.

Dalam situasi ini, konsep Uzlah Digital muncul sebagai sebuah solusi yang menawarkan ketenangan dan keseimbangan dalam hidup. 

Uzlah Digital adalah praktik menarik diri dari dunia digital. Istilah ini berasal dari kata uzlah dalam bahasa Arab yang berarti mengasingkan diri atau menjauh dari hiruk-pikuk dunia, termasuk hiruk-pikuk media sosial, baik untuk waktu yang panjang atau untuk waktu sesaat.

Tujuannya untuk mengembalikan fokus, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Diakui, teknologi digital memang membawa banyak manfaat, tetapi penggunaannya yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, emosional, dan bahkan fisik seseorang. Banyak orang tanpa sadar menghabiskan berjam-jam di media sosial atau aplikasi lain tanpa tujuan yang jelas. 

Studi menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap dunia digital dapat menyebabkan kecanduan, yang ditandai dengan kegelisahan jika tidak memeriksa ponsel, kesulitan berkonsentrasi, dan penurunan produktivitas.

Fenomena fear of missing out (FOMO) membuat seseorang merasa tertinggal dibandingkan dengan orang lain. Uzlah digital membantu mengurangi tekanan sosial ini dengan memberi waktu untuk introspeksi dan menikmati hidup tanpa gangguan digital.

Dengan mengurangi waktu layar, seseorang dapat lebih hadir dalam kehidupan nyata, mempererat hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Hanya saja uzlah digital tidak harus dilakukan secara ekstrem dengan memutus semua akses ke teknologi. Kita hanya rest sejenak.

Banyak orang yang telah mencoba uzlah digital melaporkan perubahan positif dalam hidup mereka. Beberapa tahun lalu ada artis yang stress menghadapi buliyying nitizen. Oleh Sorang ustadz disarankan untuk uzlah digitak. Stresnya pun berangsur sembuh karena dia tidak lagi membaca komentar nitizen yang sering membullyingnya.

Mengurangi paparan berita negatif dan tekanan sosial dari media sosial membuat seseorang merasa lebih tenang dan bahagia, interaksi langsung dengan keluarga dan teman menjadi lebih berkualitas.

Uzlah digital bukan berarti menolak teknologi, melainkan menggunakannya dengan lebih bijak. Dengan mengambil jeda dari dunia digital, seseorang dapat menemukan kembali ketenangan, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki kesehatan mental dan hubungan sosial. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, justru penting untuk sesekali melepaskan diri agar tidak kehilangan kendali atas kehidupan kita sendiri.

Sungguminasa 12 Ramadhan 1446 H