Puasa di Era Digital: Menjaga Spiritualitas di Tengah Godaan Virtual

  • 10:22 WITA
  • Administrator
  • Artikel

Saya melihat seseorang yang tidak pernah lepas dari tik-toknya. Artinya kapan dan dimanapun saya berjumpa, saya selalu melihat dia sedang "berkencan" dengan platform media sosial tersebut.

Pagi-pagi di bulan Ramadhan ini saya berjumpa lagi, dan kembali saya melihat dia asyik dengan tayangan tik-toknya. Bukan konten agama atau sejenisnya yang diakses tapi lebih kepada hiburan dan info-info singkat di tik-tok.

Memang di era digital seperti saat ini, menjalankan ibadah puasa tidak hanya menghadapi tantangan fisik, tetapi juga tantangan virtual yang hadir melalui berbagai platform digital. Teknologi yang seharusnya menjadi alat untuk mempermudah kehidupan justru bisa menjadi godaan yang mengganggu kualitas spiritualitas selama bulan Ramadan.

Perkembangan teknologi membuat informasi dan hiburan mudah diakses kapan saja. Media sosial, video streaming, hingga game online menjadi hal yang sulit dipisahkan dari keseharian. Tanpa disadari, penggunaan berlebihan bisa mengalihkan perhatian dari tujuan utama puasa, yaitu meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Konten-konten yang tidak bermanfaat, berita hoaks, hingga perdebatan panas di media sosial juga bisa merusak suasana hati dan menurunkan pahala puasa. Oleh karena itu, bijak dalam menggunakan teknologi sangat penting agar tidak terjebak dalam dunia maya yang menjauhkan dari nilai-nilai spiritual.

Kalau dulu yang dikawatirkan adalah perbincangan yang tidak bermanfaat atau gosip sehingga dapat menurunkan kualitas puasa, bahkan bisa menghapus pahala puasa, tapi saat ini dunia digital bisa mengarahkan seseorang untuk tidak saja kehilangan pahala puasa, tetapi membawanya ke lembah dosa.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan dunia digital. Yang salah salah cara seseorang memanfaatkannya. Saya berpikir dunia digital dapat membawa manusia ke surga juga sebaliknya dapat menghantarkan seseorang masuk ke neraka.

Karena itu, puasa di era digital membutuhkan kesadaran lebih dalam menjaga keseimbangan antara dunia maya dan dunia nyata. Dengan bijak memanfaatkan teknologi, Ramadan tidak hanya menjadi waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Digitalisasi seharusnya menjadi sarana memperkaya ibadah, bukan penghalang dalam meraih keberkahan Ramadan.

Sungguminasa 4 Ramadhan 1446 H