Lima Prinsip + Satu

  • 08:58 WITA
  • Administrator
  • Artikel

Tadi pagi saya memberi beberapa catatan atas tulisan Rektor UIN Alauddin Prof. Hamdan tentang Kimia Keberagaman. Saya menganalisis dengan pendekatan Ushul fikih dengan mengemukakan lima prinsip yang wajib dipelihara oleh manusia yang dikenal dengan istilah al-muhafadzah ala al-khamsah al-dharuriyah (Kewajiban menjaga lima hal yang urgen). Kelima hal tersebut adalah kewajiban menjaga agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. 

Dalam sebuah WA, H. Muh. Ilham (dosen FDK UIN Alauddin Makassar) memberikan penguatan bahwa yang wajib dipelihara selain 5 hal di atas adalah lingkungan. Membaca ulasan singkatnya saya tersadar bahwa poin ini ternyata harus menjadi titik perhatian utama masyarakat di era postmodern dan digital saat ini. Banyak kerusakan lingkungan disebabkan oleh tangan-tangan manusia yang mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan dengan menggunakan peralatan modern.

Saya setuju dengan pendapatnya dan kalau bisa poin konservasi lingkungan ini juga harus masuk dalam kurikulum usul fikih yang membahas tentang kemaslahatan

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup menjadi langkah awal dalam upaya konservasi. Namun, kesadaran saja tidak cukup tanpa disertai aksi nyata. Manusia sebagai penghuni bumi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan alam demi kelangsungan hidup generasi mendatang.

Melalui tindakan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, hingga mendukung energi ramah lingkungan, setiap individu dapat berkontribusi dalam melestarikan alam. Selain itu, edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya konservasi lingkungan harus terus digalakkan, agar semakin banyak orang yang sadar dan tergerak untuk bertindak.

Perubahan kecil yang dilakukan secara kolektif mampu memberikan dampak besar bagi bumi. Dengan menjadikan konservasi lingkungan sebagai gaya hidup, manusia tidak hanya menjaga keseimbangan alam, tetapi juga memastikan kehidupan yang lebih baik bagi masa depan. Kini saatnya kita bergerak dari sekadar sadar menjadi pelaku aktif dalam menjaga bumi tempat kita tinggal.

Alam ini bukan milik kita, tapi pinjaman dari generasi berikutnya. Alam adalah rumah bagi seluruh makhluk hidup. Keindahan dan kekayaan sumber daya alam yang tersedia menjadi penopang kehidupan manusia. Namun, eksploitasi berlebihan, pencemaran, dan perusakan lingkungan semakin mengancam keberlangsungan kehidupan di bumi. Dalam kondisi ini, konservasi lingkungan bukan hanya pilihan, melainkan kewajiban yang harus dipikul oleh setiap manusia.

Bumi adalah tempat tinggal bersama, dan menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab kita semua. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik. Dengan menyelamatkan alam, kita tidak hanya melindungi ekosistem, tetapi juga memastikan kehidupan yang layak dan seimbang bagi seluruh makhluk hidup.

Tahukah kenapa di sebuah wilayah sering tergenang banjir jika hujan turun? Itu disebabkan kadar sampah plastik begitu banyak bersenyawa dengan kadar tanah. Plastik tidak bisa menyerap air dan 100 tahun kemudian baru hancur. Karena itu, wajar jika air hujan jatuh di wilayah yang kadar plastiknya banyak akan menyebabkan banjir.

Ayooo.... buang sampah plastik di tempat yang benar.

Sungguminasa 3 Ramadhan 1446 H