Gowa - Dua mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar menerima bantuan dari FAH Peduli setelah terdampak musibah kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Kandea/Tallo, Kota Makassar, pada awal Agustus 2026. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan kepedulian Fakultas Adab dan Humaniora terhadap mahasiswa yang mengalami musibah sekaligus menunjukkan hadirnya lingkungan akademik dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa di tengah kondisi sulit.
Kedua mahasiswa SPI tersebut merupakan bagian dari keluarga besar Program Studi Sejarah Peradaban Islam yang terdampak oleh peristiwa kebakaran di kawasan Kandea/Tallo. Musibah tersebut tidak hanya menimbulkan dampak terhadap kondisi tempat tinggal dan kehidupan sehari-hari masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian, tetapi juga dirasakan oleh mahasiswa yang berada di lingkungan tersebut.
Dalam kondisi tersebut, kedua mahasiswa SPI mendapatkan bantuan melalui program FAH Peduli, sebuah bentuk kepedulian Fakultas Adab dan Humaniora terhadap sivitas akademika yang mengalami kondisi atau musibah yang membutuhkan perhatian bersama. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban yang dihadapi mahasiswa setelah terdampak bencana kebakaran.
Bagi kedua mahasiswa penerima bantuan, perhatian yang diberikan oleh lingkungan kampus memiliki arti penting. Dukungan tersebut tidak hanya berupa bantuan secara material, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri. Sebagai bagian dari keluarga besar Prodi SPI dan Fakultas Adab dan Humaniora, mereka mendapatkan dukungan dari lingkungan akademik dalam menghadapi kondisi yang tidak mudah.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Kandea/Tallo pada awal Agustus 2026 menjadi pengalaman yang cukup berat bagi masyarakat yang terdampak. Dalam situasi seperti itu, kebutuhan untuk kembali menata kehidupan setelah bencana tentu menjadi tantangan tersendiri. Bagi mahasiswa, kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk keberlangsungan kegiatan akademik.
Karena itu, pemberian bantuan kepada dua mahasiswa SPI menjadi salah satu bentuk perhatian agar mereka tetap mendapatkan dukungan dalam menjalani proses pemulihan. Kehadiran dukungan dari lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan semangat kepada mahasiswa untuk menghadapi kondisi tersebut sekaligus tetap melanjutkan aktivitas perkuliahan.
Program FAH Peduli dalam hal ini hadir sebagai bentuk solidaritas dari Fakultas Adab dan Humaniora kepada mahasiswa yang sedang menghadapi musibah. Bantuan yang diterima oleh kedua mahasiswa SPI menjadi bagian dari kepedulian bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan kemanusiaan mahasiswa.
Bagi Program Studi Sejarah Peradaban Islam, perhatian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun rasa kekeluargaan di antara sivitas akademika. Mahasiswa merupakan bagian utama dari kehidupan program studi sehingga kondisi yang dialami mahasiswa juga menjadi perhatian bersama. Kepedulian terhadap mahasiswa yang mengalami musibah diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa, dosen, program studi, dan fakultas.
Lebih dari sekadar bantuan, dukungan tersebut juga menjadi pesan moral bahwa kehidupan akademik tidak terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan. Ketika mahasiswa menghadapi persoalan di luar ruang perkuliahan, lingkungan kampus diharapkan tetap dapat menjadi tempat untuk memperoleh dukungan dan semangat.
Penerimaan bantuan oleh dua mahasiswa SPI juga menunjukkan pentingnya solidaritas dalam lingkungan pendidikan tinggi. Semangat saling membantu dan memperhatikan sesama menjadi nilai yang perlu terus dikembangkan di lingkungan kampus. Hal tersebut sejalan dengan upaya menciptakan suasana akademik yang humanis, peduli, dan memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial mahasiswa.
Prodi Sejarah Peradaban Islam menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan melalui FAH Peduli kepada dua mahasiswa SPI yang terdampak kebakaran. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus membantu mahasiswa dalam menghadapi masa pemulihan setelah musibah.
Kepada kedua mahasiswa penerima bantuan, keluarga besar Prodi SPI berharap agar mereka tetap kuat dan dapat segera bangkit dari kondisi yang dialami. Musibah yang terjadi diharapkan tidak menghalangi semangat keduanya untuk melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan proses akademik di Program Studi Sejarah Peradaban Islam.
Penerimaan bantuan ini pada akhirnya menjadi gambaran bahwa mahasiswa SPI merupakan bagian dari keluarga besar yang saling peduli dan saling menguatkan. Kehadiran FAH Peduli melalui bantuan yang diberikan menjadi wujud nyata solidaritas institusi kepada mahasiswa yang sedang menghadapi musibah, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk membangun lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kemanusiaan.