Gowa - Mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) kelas 4AK1 Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar melaksanakan proses pengambilan gambar dan syuting film dokumenter sejarah di Kabupaten Bulukumba pada 28 Mei hingga 1 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam penelitian sejarah, dokumentasi lapangan, serta produksi media edukasi berbasis sejarah.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut dilaksanakan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dan budaya di Bulukumba. Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pengumpulan data sejarah, tetapi juga mendokumentasikan berbagai informasi penting yang diperoleh langsung dari para narasumber yang memiliki kompetensi di bidang sejarah, kebudayaan, dan keagamaan.
Dalam proses produksi film dokumenter tersebut, mahasiswa SPI 4AK1 menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Andika Mappasomba DM, S.S. (Andi Abdul Kasim), seorang sejarawan, penggiat sosial budaya, sekaligus sastrawan yang aktif dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal Bulukumba. Narasumber kedua adalah Dr. Ikhwan Bahar, S.Pd.I., M.Pd., tokoh agama sekaligus dosen pada salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Bulukumba yang dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan kajian keislaman.
Kehadiran kedua narasumber tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya substansi film dokumenter yang sedang diproduksi. Melalui wawancara mendalam yang dilakukan oleh mahasiswa, berbagai informasi mengenai perkembangan sejarah Bulukumba, dinamika sosial budaya masyarakat, nilai-nilai kearifan lokal, hingga perkembangan Islam di wilayah tersebut berhasil didokumentasikan sebagai sumber data utama dalam penyusunan narasi film.
Andika Mappasomba DM dalam sesi wawancaranya menjelaskan berbagai aspek sejarah lokal Bulukumba yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Ia menekankan pentingnya generasi muda untuk mengenal sejarah daerahnya sendiri sebagai upaya menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas kebangsaan. Menurutnya, sejarah lokal memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu.
Sementara itu, Dr. Ikhwan Bahar memberikan perspektif mengenai perkembangan Islam di Bulukumba serta kontribusi para ulama dalam membentuk karakter sosial dan keagamaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sejarah perkembangan Islam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Bulukumba yang dikenal memiliki tradisi keagamaan yang kuat dan tetap terjaga hingga saat ini.
Selain melakukan wawancara, mahasiswa juga melaksanakan pengambilan gambar di sejumlah lokasi yang mendukung visualisasi narasi dokumenter. Berbagai aktivitas lapangan dilakukan untuk memperoleh dokumentasi yang autentik dan representatif terhadap tema sejarah yang diangkat. Proses produksi dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh anggota tim, mulai dari riset, penyusunan naskah, pengambilan gambar, hingga dokumentasi lapangan.
Ketua tim produksi menjelaskan bahwa film dokumenter ini dirancang sebagai media edukasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga dapat menjadi sarana literasi sejarah bagi masyarakat luas. Menurutnya, penggunaan media audio visual menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi digital.
Kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan metode penelitian sejarah di lapangan. Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam melakukan observasi, wawancara sejarah lisan, verifikasi data, serta mengolah informasi menjadi karya dokumenter yang memiliki nilai akademik dan edukatif.
Pelaksanaan syuting film dokumenter sejarah di Bulukumba menunjukkan komitmen mahasiswa SPI dalam mengembangkan inovasi pembelajaran sejarah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui pendekatan dokumenter, sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat, tokoh lokal, dan situs-situs bersejarah yang menjadi sumber pengetahuan penting bagi kajian sejarah.
Melalui proyek ini, mahasiswa SPI 4AK1 diharapkan mampu menghasilkan karya dokumenter yang berkualitas sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya lokal. Dokumenter yang sedang diproduksi tersebut nantinya diharapkan menjadi media edukasi yang dapat memperkenalkan kekayaan sejarah Bulukumba kepada masyarakat yang lebih luas serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya bangsa.