Gowa-Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Wawainia Rahampuu Matano dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, di Kabupaten Gowa.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis Prodi SPI dalam memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat implementasi tridharma perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan lembaga yang bergerak di bidang pelestarian sejarah, budaya, dan literasi masyarakat. Pihak pertama dalam kerja sama tersebut adalah Yayasan Wawainia Rahampuu Matano yang diwakili oleh H. Abutar Ranggo, sementara pihak kedua diwakili oleh Ketua Program Studi SPI, Chaerul Mundzir Muchtar Lutfi, M. Hum.
Dalam perjanjian tersebut dijelaskan bahwa kerja sama dilakukan dengan tujuan membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkup kerja sama meliputi pelibatan sivitas akademika kedua belah pihak dalam berbagai kegiatan akademik dan pengembangan keilmuan. Salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah penguatan kajian dan pelestarian sejarah, budaya, bahasa, dan literasi. Selain itu, kerja sama juga mencakup program magang, kunjungan akademik, kuliah tamu, seminar, hingga pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dan dosen Prodi SPI diharapkan dapat memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan pengalaman akademik maupun praktik lapangan.
Ketua Prodi SPI menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen program studi dalam memperkuat kualitas akademik sekaligus memperluas kontribusi keilmuan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga yang memiliki perhatian terhadap pelestarian sejarah dan budaya menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan studi sejarah peradaban Islam yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi diarahkan untuk melahirkan berbagai program konkret yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Penguatan riset, publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan literasi sejarah dan budaya menjadi bagian dari fokus utama yang akan dikembangkan dalam implementasi kerja sama tersebut. Sementara itu, pihak Yayasan Wawainia Rahampuu Matano menyambut positif kerja sama yang dibangun bersama Prodi SPI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Kolaborasi ini dinilai dapat menjadi sarana penguatan pelestarian sejarah dan budaya lokal melalui pendekatan akademik dan pendidikan tinggi.
Kegiatan penandatanganan PKS ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Prodi SPI dalam memperluas jejaring kelembagaan dan memperkuat posisi program studi sebagai pusat pengembangan kajian sejarah, budaya, dan peradaban Islam. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya berdampak bagi pengembangan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, Prodi Sejarah Peradaban Islam kembali menunjukkan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan berbagai lembaga dan komunitas dalam rangka memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan kolaborasi yang terbangun, Prodi SPI optimistis dapat terus berkembang sebagai program studi yang aktif, produktif, dan berkontribusi dalam pelestarian sejarah serta penguatan literasi budaya di Indonesia.