Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Detail Artikel
Ketika Sebuah Buku Mahasiswa Mendapat Apresiasi Rektor

Ketika Sebuah Buku Mahasiswa Mendapat Apresiasi Rektor

Launching buku *Aku Datang Sendiri: Catatan Kehidupan Perempuan Minoritas di Kampus Islam* karya Katarina Leba Tukan, mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, menjadi momen yang membanggakan bagi sivitas akademika.

Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan seorang mahasiswi Katolik yang menempuh pendidikan di kampus Islam. Ia adalah rekaman pengalaman, pergulatan, refleksi, sekaligus cara Katarina membaca kehidupan dan keberagaman dari perspektif seorang perempuan minoritas di lingkungan akademik.

Katarina tidak hanya berhasil menunjukkan prestasi akademik dengan meraih peringkat terbaik ke-3 pada Program Studi Ilmu Perpustakaan, tetapi juga mampu melahirkan karya literasi berupa buku catatan kehidupan yang dikemas dalam bentuk semi-novel.

Yang lebih membanggakan, karya Katarina ternyata mendapat perhatian langsung dari Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D. Bahkan, dalam momentum peluncuran tersebut, Rektor memberikan apresiasi terhadap karya ini dan memesan sejumlah buku untuk diperuntukkan kepada unsur pimpinan UIN Alauddin Makassar.

Bagi seorang mahasiswa, tentu ini bukan apresiasi biasa. Ketika sebuah karya mahasiswa mendapat perhatian dan bahkan dipesan oleh pimpinan tertinggi universitas, itu menunjukkan bahwa karya mahasiswa memiliki ruang untuk hadir dan dihargai di lingkungan akademik, apa pun latar belakang agama dan identitasnya.

Katarina telah membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat untuk memperoleh gelar. Kampus adalah ruang untuk mengalami, berpikir, berdialog, berkarya, dan meninggalkan jejak.

Dan ada satu hal menarik dari judul bukunya: *Aku Datang Sendiri* Mungkin Katarina datang sebagai seorang mahasiswi minoritas, tetapi hari ini, melalui karya dan prestasinya, ia telah menjadi bagian penting dari keluarga besar UIN Alauddin Makassar.

Dalam dialognya dengan Rektor,  dia bahkan mengaku tidak ada beban yang berat selama berada di kampus Islam ini,  dia bahkan mengaku menjadi bagian dari keluarga besar UIN Alauddin


Salam

Barsihannor