Banten – Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar, Hj. Khaerun Nisa Nuur, S.S., M.Pd.I., berkesempatan mendalami kearifan lokal dan sejarah keislaman dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional Ittihad Aqsam al-Lughah al-Arabiyah wa Adabiha (IQLAB), Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan ini mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Baduy, mulai dari adat istiadat, norma dan susila, hingga sistem pemerintahan adat yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran kontekstual untuk memahami keberagaman budaya, nilai-nilai sosial, serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Salah satu materi utama yang dipelajari adalah struktur Lembaga Adat Baduy di Desa Adat Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Dalam sistem adat masyarakat Kanekes, Puun merupakan pemimpin tertinggi adat yang menjalankan peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan tatanan kehidupan masyarakat Baduy, khususnya pada wilayah Tangtu.
Dalam menjalankan tugasnya, Puun didukung oleh sejumlah unsur kelembagaan adat, antara lain Girang Serat, Jaro Tangtu, dan Baresan Sembilan. Selain itu, terdapat unsur lain dalam struktur kepemimpinan dan pemerintahan, seperti Tangkesan, Jaro Tujuh, Jaro sebagai kepala desa dalam pemerintahan formal, serta Tanggun atau Jaro Dua Belas. Struktur tersebut memperlihatkan pembagian peran dalam menjaga keteraturan sosial, menjalankan tradisi, dan mempertahankan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi Hj. Khaerun Nisa Nuur, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai hubungan antara budaya, tradisi, dan kehidupan sosial masyarakat. Pengalaman tersebut juga relevan dengan pengembangan kajian bahasa dan sastra Arab, terutama dalam memahami bahasa dan karya sastra sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari konteks budaya serta nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Seminar Nasional IQLAB tidak hanya menjadi forum penguatan akademik, tetapi juga menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya yang memperkaya perspektif peserta. Pengenalan terhadap kearifan lokal masyarakat Baduy diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian tradisi dan nilai-nilai luhur masyarakat.
Keikutsertaan Ketua Jurusan BSA UIN Alauddin Makassar dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk terus memperluas wawasan akademik, membangun jejaring keilmuan, dan mengembangkan perspektif yang inklusif dalam memahami bahasa, sastra, dan budaya.
Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
Fakultas Adab dan Humaniora
UIN Alauddin Makassar