Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dr. Baso Pallawagau, M.A., Presentasikan Nilai Ekologis Pappaseng Bugis di Konferensi Internasional ADIA PTKIN Cirebon

Dr. Baso Pallawagau, M.A., Presentasikan Nilai Ekologis Pappaseng Bugis di Konferensi Internasional ADIA PTKIN Cirebon

CIREBON — Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Dr. Baso Pallawagau, M.A., tampil sebagai presenter bergengsi dalam Konferensi Internasional Pertemuan Asosiasi Dosen Ilmu Adab (ADIA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Forum ilmiah internasional yang dihelat di UIN Syekh Nurjati Cirebon ini berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026.

Konferensi akbar tersebut mempertemukan ratusan akademisi, periset, serta pakar ilmu adab dari berbagai PTKIN se-Indonesia dan mancanegara. Agenda ini dirancang sebagai wadah strategis untuk membedah pelbagai isu kontemporer seputar pengembangan ilmu-ilmu humaniora, bahasa, sastra, sejarah, serta kebudayaan di tengah pusaran tantangan global.

Dalam sesi presentasinya, Dr. Baso Pallawagau membawakan makalah bernas yang mengupas tuntas nilai-nilai Pappaseng Bugis sebagai warisan kearifan lokal dalam merawat keseimbangan ekologi dan keberlanjutan lingkungan. Ia memaparkan bahwa pappaseng (pesan leluhur) tidak sekadar berfungsi sebagai petuah moral bermuatan etika sosial, melainkan menyimpan prinsip-prinsip ekosofi yang sangat solutif terhadap krisis lingkungan modern.

“Pappaseng merupakan khazanah intelektual masyarakat Bugis yang sarat dengan pesan moral dan ekologis. Nilai-nilai tersebut menjadi modal budaya yang sangat relevan untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat di era krisis lingkungan saat ini,” ungkapnya di hadapan para audiens konferensi.

Menurutnya, leluhur masyarakat Bugis telah mewariskan kesadaran kosmis tentang pentingnya menjaga harmoni triadik—hubungan seimbang antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, serta manusia dengan Sang Pencipta. Pesan-pesan tersebut secara tegas melarang eksploitasi alam secara serampangan dan memandangnya sebagai amanah moral yang wajib dijaga bersama.

Paparan interdisipliner yang menjembatani kajian sastra lisan, tradisi lokal, dan ilmu lingkungan ini mendulang apresiasi positif serta memantik diskusi interaktif dari para peserta konferensi. Partisipasi aktif ini tidak hanya memperluas jejaring akademik global UIN Alauddin Makassar, tetapi juga sukses mempromosikan kekayaan khazanah budaya Nusantara ke kancah internasional, sekaligus memperkuat posisi Fakultas Adab dan Humaniora sebagai pusat riset humaniora yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan peradaban.