GOWA — Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Dr. Baso Pallawagau, M.A., diamanahkan sebagai Ketua Panitia dalam penyelenggaraan Seminar Internasional oleh Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT). Forum ilmiah bergengsi ini dihelat di Aula Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi, Sekretariat ICATT Kabupaten Gowa, Ahad (21/6/2026).
Seminar internasional tersebut mengusung tema besar “Pembaruan Dakwah dan Rekonstruksi Kesadaran Islam di Tengah Tantangan Invasi Pemikiran: Metode Said Nursi sebagai Sebuah Model”. Tema ini diangkat sebagai instrumen responsif terhadap kompleksitas tantangan intelektual, ideologis, dan kultural yang mendera dunia Islam di tengah arus deras globalisasi dan disrupsi informasi.
Dalam sambutannya selaku ketua panitia, Baso Pallawagau menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang dialektika akademik yang produktif guna merumuskan corak dakwah yang kontekstual tanpa tercerabut dari akar nilai autentik Islam. Menurutnya, pemikiran dan metodologi dakwah yang digagas oleh Said Nursi menawarkan pendekatan solutif yang berfokus pada penguatan akidah, integrasi rasionalitas, serta restorasi kesadaran spiritual-intelektual umat.
Perhelatan akbar ini menghadirkan barisan pakar, peneliti, ulama, serta cendekiawan terkemuka dari berbagai institusi perguruan tinggi dan ormas Islam domestik maupun mancanegara. Para narasumber menguliti tuntas strategi pembaharuan dakwah, ancaman invasi pemikiran modern, hingga relevansi epistemologi Said Nursi dalam membentengi ketahanan intelektual umat Islam di era kontemporer.
Suksesnya penyelenggaraan seminar internasional ini merefleksikan konsistensi ICATT bersama para akademisi dalam merawat tradisi ilmiah serta mengoptimalkan kiprah intelektual Muslim dalam memecahkan persoalan umat berbangsa.
Melalui rekomendasi strategis yang lahir dari seminar ini, diharapkan terbangun paradigma dakwah yang moderat, argumentatif, dan adaptif, serta memperkokoh fondasi kesadaran umat yang berlandaskan sintesis antara sains, iman, dan peradaban luhur.