GOWA — Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar sukses menggelar kuliah umum bertaraf internasional dengan menghadirkan narasumber utama dari lembaga keilmuan Islam terkemuka dunia, Universitas Al-Azhar, Mesir. Kegiatan akademik ini berlangsung di Qa'ah al-Kulliyah pada Kamis (12/3/2026) dan diikuti dengan antusias oleh jajaran dosen serta mahasiswa di lingkungan FAH.
Kuliah umum tersebut menghadirkan dua ulama asal Mesir, yakni Syekh Muhammad Ashraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad dan Syekh Mohamed Ahmed Hamed Elsayed. Keduanya memaparkan esensi penting mengenai moderasi beragama (wasathiyah) sebagai prinsip fundamental ajaran Islam yang senantiasa menjunjung tinggi nilai keseimbangan, keadilan, dan toleransi.
Syekh Muhammad Ashraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad dalam pemaparannya mengupas tuntas konsep moderasi dalam sudut pandang akidah. Menurutnya, Islam senantiasa menuntun umatnya untuk bersikap seimbang dalam memahami keimanan—tidak terjerumus pada sikap ekstrem (ghuluw) ataupun meremehkan ajaran agama. Pondasi akidah yang moderat diyakini mampu menumbuhkan kepribadian yang bijak, terbuka, dan toleran terhadap keragaman.
Sementara itu, Syekh Mohamed Ahmed Hamed Elsayed memfokuskan materinya pada implementasi moderasi dalam aspek ibadah dan muamalah. Ia menjelaskan bahwa dalam dimensi ibadah, Islam menerapkan prinsip kemudahan dan keseimbangan agar umat tidak memberatkan diri secara berlampau-lampau, namun tetap menjaga kualitas pengabdian kepada Sang Khaliq. Adapun dalam kehidupan sosial atau muamalah, moderasi terefleksikan lewat sikap jujur, adil, serta penghormatan terhadap hak-hak sesama manusia.
Penyelenggaraan kuliah umum ini menjadi momentum strategis bagi mahasiswa BSA untuk memperluas cakrawala keilmuan Islam secara global langsung dari sumber otoritatif. Melalui forum ini, sivitas akademika didorong untuk menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan akademik maupun sosial, guna melahirkan generasi yang senantiasa menghadirkan wajah Islam yang damai, seimbang, dan membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin).