MAKASSAR — Sejumlah akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari dalam dan luar negeri berkumpul di Ballroom Theater Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam ajang LONTARA International Conference yang berkolaborasi dengan 14th ELITE Conference, 17–18 Juli 2026. Forum ilmiah hibrida ini mengusung tema besar “Crossing Boundaries: Languages, Literature, and Culture in the Age of AI and Global Interconnectivity.”
Konferensi internasional ini dibuka secara resmi oleh Pjs. Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menekankan urgensi kolaborasi akademik lintas negara dalam merespons peluang serta tantangan di tengah disrupsi teknologi dan keterhubungan global, sekaligus menyoroti peran strategis perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi dan riset.
Forum ilmiah dua hari ini menghadirkan jajaran keynote speaker terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Arskal Salim, Ph.D., Kevin McCaughey, dan Prof. Dr. Tariq Elyas, serta sejumlah pembicara pleno dari berbagai universitas dalam dan luar negeri. Diskusi panel menyoroti isu-isu kontemporer seputar pendidikan bahasa, komunikasi antarbudaya, transformasi digital, hingga lanskap kecerdasan buatan (AI) di ranah akademik.
Selain sesi pleno, konferensi ini juga diisi dengan pemaparan paralel oleh para peneliti dari berbagai Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN), UNM, serta instansi anggota Asosiasi ELITE. Perwakilan dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Dr. Jumharia Djamereng dan Aulia Nur Amaliyah, turut ambil bagian sebagai pemakalah dalam panel linguistik. Keduanya mempresentasikan hasil riset terbaru secara daring, memperkaya diskursus ilmiah mengenai isu-isu kebahasaan mutakhir.
Melalui penyelenggaraan konferensi ini, para akademisi memperkuat komitmen kolaborasi riset lintas institusi dan batas negara, menjadikan forum tersebut sebagai ruang strategis dalam melahirkan perspektif inovatif terhadap perkembangan bahasa, sastra, dan budaya di era digital yang terkoneksi global.