Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen SPI UIN Alauddin Perkuat Jejaring Global Lewat Partisipasi di International Conference ADIA 2026 Cirebon

Dosen SPI UIN Alauddin Perkuat Jejaring Global Lewat Partisipasi di International Conference ADIA 2026 Cirebon

CIREBON/GOWA — Sejumlah dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar turut mengambil bagian dalam ajang International Conference ADIA 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Association of Lecturers of Indonesia (ADIA). Konferensi internasional bergengsi ini dihelat secara hybrid pada 22 hingga 25 Juli 2026, usai melalui serangkaian tahapan seleksi abstrak dan naskah lengkap sejak bulan Juni lalu.

Mengusung tema besar “Revitalizing Adab and Humanities Scholarships in Cyber Era for Strengthening Ecotheology Toward a Civilized Nation,” forum ilmiah ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, dan pakar humaniora dari berbagai perguruan tinggi. Diskusi difokuskan pada peranan strategis disiplin ilmu adab dan humaniora dalam menjawab kompleksitas era digital, mengintegrasikan kesadaran ekologis (ecotheology), serta merawat warisan peradaban di tengah gempuran teknologi siber.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan forum ADIA sebagai wadah pertukaran intelektual lintas disiplin. Kolaborasi ini dinilai krusial agar kajian humaniora tetap memegang kendali etis dalam menjaga kelestarian budaya, memperkuat nilai kemanusiaan, serta merespons tantangan ekologi global di era kecerdasan buatan dan masyarakat digital.

Bagi jajaran dosen Prodi SPI UIN Alauddin Makassar, partisipasi dalam konferensi internasional ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan riset sejarah dan peradaban Islam dengan isu-isu kontemporer, seperti literasi digital, pelestarian warisan budaya berbasis siber, dan narasi ekologi. Selain memaparkan hasil riset, keterlibatan aktif ini dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kolaborasi akademik antarlembaga, memperkuat produktivitas publikasi ilmiah, serta mengangkat eksistensi riset kebudayaan Nusantara ke kancah global.