GOWA — Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar resmi melepas rombongan mahasiswa peserta kuliah lapangan terpadu pada Senin (29/6/2026). Prosesi pelepasan akademik ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Prodi SPI, Dr. Muhammad Arif, S.Hum., M.Hum., mewakili Ketua Program Studi, untuk meninjau jejak historis di lima wilayah strategis Sulawesi Selatan, meliputi Kabupaten Sidrap, Tana Toraja, Luwu, Kota Palopo, dan Luwu Utara (Masamba) hingga 2 Juli 2026.
Kegiatan lapangan selama empat hari ini merupakan implementasi model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan tiga mata kuliah sekaligus: Arkeologi yang diampu oleh Nur Ahsan Syakur, S.Ag., M.Si., Kepariwisataan oleh Dra. Rahmawati, M.A., Ph.D. bersama Dr. Riswandi, S.Hum., M.Hum., serta Sejarah Kebudayaan Sulawesi Selatan oleh Dra. Rahmawati. Rombongan mahasiswa turut didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, St. Maisyah Nur Ali, S.Hum., M.Hum. dan Ahmad Habib Akramullah, S.Hum., M.Hum.
Dalam amanat pelepasannya, Dr. Muhammad Arif menegaskan bahwa kuliah lapangan merupakan instrumen krusial agar mahasiswa tidak hanya berkutat pada penguasaan teori normatif di ruang kelas. Ia mendorong seluruh peserta untuk memperlakukan setiap situs sejarah sebagai laboratorium terbuka guna melatih ketajaman observasi, dokumentasi data primer, serta analisis kritis terhadap peninggalan masa lampau dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik dan nama baik almamater.
Kelima daerah tujuan dipilih secara spesifik karena merepresentasikan mozaik peradaban Sulawesi Selatan yang sangat kaya, mulai dari tradisi megalitik, pusat kedatuan tertua, jalur syiar Islam awal, hingga lanskap cagar budaya potensial. Melalui pendekatan multidisipliner, mahasiswa ditugaskan mengidentifikasi artefak material arkeologis, membedah akulturasi budaya lokal, serta menganalisis strategi pengembangan destinasi pariwisata berbasis warisan budaya (heritage tourism).
Agenda kuliah lapangan terpadu ini menjadi salah satu program unggulan Prodi SPI UIN Alauddin Makassar dalam mencetak sarjana sejarah yang kompeten, adaptif, dan berwawasan metodologis kuat. Melalui interaksi empiris langsung dengan situs dan masyarakat lokal, kegiatan ini diharapkan dapat memacu produktivitas riset mahasiswa sekaligus menumbuhkan komitmen nyata terhadap pelestarian warisan budaya dan sejarah bangsa.