Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Perkuat Literasi Tradisi Lokal, 10 Mahasiswa SPI UIN Alauddin Ikuti Seminar Kebudayaan Sulawesi Selatan

Perkuat Literasi Tradisi Lokal, 10 Mahasiswa SPI UIN Alauddin Ikuti Seminar Kebudayaan Sulawesi Selatan

MAKASSAR — Sebanyak sepuluh mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar berpartisipasi aktif dalam Seminar Kebudayaan Sulawesi Selatan di Mini Hall Gedung Mulo, Disbudpar Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman No. 23, Makassar, pada Sabtu (20/6/2026). Forum ilmiah yang diinisiasi oleh Yayasan Sulapa Eppae (YSE) melalui Program Gerakan Pembelajaran Budaya Bugis ini diselenggarakan sebagai bagian dari Program Dana Indonesiana Kategori Dukungan Institusional guna mengakselerasi pemajuan kebudayaan daerah lewat jalur pendidikan.

Keikutsertaan delegasi mahasiswa yang terdiri atas Junaidin, Wais Al Qarni, Ahmad Muhajir, Dwi Nadra, Nurul Fadillah, Aulia Rachmaniar, Riswan, Nur Aisyah, Fajar, dan Abdillah ini diarahkan untuk memperdalam kompetensi studi historis di luar kelas. Acara dibuka secara resmi oleh jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian nilai tradisi sebagai pilar penguatan karakter bangsa.

Seminar ini menghadirkan sederet tokoh kebudayaan terkemuka, di antaranya Dr. H. Ajiep Padindang, S.E., M.M. yang memaparkan strategi gerakan terstruktur pembelajaran budaya Bugis lintas generasi, serta Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M.Si. yang menyoroti kontribusi strategis khazanah etnis Sulawesi Selatan terhadap kebudayaan nasional. Diskusi semakin komprehensif lewat paparan Drs. H. Andi Mahrus, M.Si. mengenai urgensi apresiasi pegiat budaya, serta Drs. Eddy Thamrin yang menekankan pentingnya sinergi kelembagaan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan komunitas dalam riset kebudayaan.

Penguatan kurikulum lokal turut dibahas oleh Darmawati Paruki, S.Pd. terkait integrasi nilai budaya pada jalur sekolah formal maupun nonformal, yang disusul pemaparan materi ajar percontohan oleh Tim Penyusun SBB Kabupaten Wajo. Sepanjang sesi tanya jawab, para mahasiswa memanfaatkan ruang dialog secara kritis untuk mendiskusikan tantangan pelestarian naskah, bahasa, dan etika lokal di tengah gempuran globalisasi sebelum kegiatan ditutup resmi oleh Ketua Yayasan Sulapa Eppae.

Partisipasi aktif dalam seminar ini menegaskan komitmen Prodi SPI UIN Alauddin Makassar dalam mendorong mahasiswa menguasai kajian historiografi dan sosiokultural secara holistik. Selain memperluas jejaring intelektual dengan para budayawan, bekal wawasan dari forum ini diharapkan memacu mahasiswa untuk terus meneliti, mendokumentasikan, serta menjaga keberlanjutan peradaban warisan Nusantara.