GOWA — Dosen SPI Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar resmi menjalin kolaborasi strategis tingkat nasional dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menggelar riset lapangan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Penelitian intensif yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 7 hingga 17 Mei 2026, ini difokuskan pada penelusuran jejak peradaban dan inventarisasi manuskrip Islam guna memetakan kembali peran historis Wajo dalam jejaring intelektual Nusantara.
Riset kolaboratif ini dipimpin oleh pakar Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Alauddin Makassar, Dr. Muhammad Arif, S.Hum., M.Hum., bersama tim peneliti multidisiplin dari BRIN. Pemilihan Wajo sebagai lokus riset didasarkan pada melimpahnya simpanan naskah kuno Lontara’ dan kitab Arab-Melayu peninggalan ulama lokal. Pendekatan filologis dan historis dari akademisi SPI dipadukan dengan teknologi pemetaan serta analisis laboratorium BRIN guna menjamin validitas ilmiah temuan di level internasional.
Salah satu target krusial dalam agenda riset ini adalah penyelamatan fisik dan digitalisasi naskah kuno yang mayoritas masih tersimpan sebagai koleksi pribadi masyarakat. Mengingat kondisi fisik dokumen tradisional yang rentan lapuk akibat usia dan cuaca, tim gabungan bergerak cepat melakukan pendataan, alih media digital, serta konservasi agar khazanah pemikiran Islam lokal tidak lenyap ditelan zaman.
Hasil penelusuran lapangan ini diproyeksikan menjadi pengayaan kurikulum mata kuliah Sejarah Islam Nusantara di lingkungan kampus, sekaligus diintegrasikan ke dalam basis data riset nasional BRIN untuk akses peneliti global. Selain itu, data historis yang terkumpul diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Wajo dalam merumuskan kebijakan pelestarian cagar budaya dan penguatan identitas sosial daerah.
Melalui sinergi riset modern ini, FAH UIN Alauddin Makassar menegaskan perannya sebagai garda terdepan pengkajian sejarah keislaman dan kebudayaan di Indonesia Timur. Pascapenelitian lapangan pada 17 Mei 2026, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan analisis data komprehensif guna menerbitkan buku referensi sejarah serta publikasi artikel ilmiah di jurnal bereputasi internasional.