Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Cegah Erosi Identitas Lokal, Prodi SPI Gelar Pengabdian Masyarakat Edukasi Warisan Budaya di Bontonompo

Cegah Erosi Identitas Lokal, Prodi SPI Gelar Pengabdian Masyarakat Edukasi Warisan Budaya di Bontonompo

GOWA — Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) secara resmi menyelenggarakan agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini dihelat sebagai langkah strategis mengintegrasikan riset akademis ke tengah kehidupan sosial, dengan fokus utama memberikan edukasi mengenai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.

Dalam pelaksanaannya, tim PkM Prodi SPI membedah aneka tradisi lisan, adat istiadat, dan ekspresi seni khas Bontonompo yang sarat nilai historis serta filosofis. Edukasi dikemas secara adaptif bagi kalangan pelajar dan pemuda setempat, salah satunya melalui penanaman kembali nilai luhur Siri’ na Pacce dalam kehidupan sehari-hari demi merevitalisasi kebanggaan kultural lokal agar tidak tergerus zaman.

Urgensi regenerasi pelaku budaya menjadi sorotan utama, mengingat WBTB bersifat dinamis dan bergantung penuh pada memori kolektif masyarakat. Untuk menjawab tantangan era digital, tim pengabdi memberikan panduan teknis kepada para pemuda terkait metode dokumentasi mandiri, mulai dari perekaman sejarah lisan para tetua adat hingga strategi alih wahana konten budaya ke media sosial secara kreatif dan prestisius.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan ekosistem pelestarian mandiri guna membentengi orisinalitas nilai kearifan lokal yang berakulturasi harmonis dengan nilai-nilai Islam. Kolaborasi antara akademisi dan warga lokal diposisikan sebagai pilar penting agar Bontonompo tidak hanya berkembang di sektor agraris, melainkan juga tumbuh sebagai sentra pelestarian budaya yang berdaya saing.

Rangkaian PkM resmi ditutup dengan agenda pemetaan potensi budaya di setiap desa se-Kecamatan Bontonompo. Data lapangan yang terhimpun nantinya akan diolah menjadi rujukan kajian ilmiah lanjutan sekaligus panduan praktis bagi masyarakat dalam merawat kebudayaan daerah secara berkelanjutan.