Dekan FAH UIN Alauddin Makassar Hadiri Taklimat Kebangsaan Presiden RI di Istana Negara

  • 20 Januari 2026
  • 11:47 WITA
  • Administrator
  • Berita

Jakarta — Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof. Dr. Barsihannor, M.Ag., turut menghadiri kegiatan Taklimat Kebangsaan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026. Kehadiran ini merupakan bagian dari undangan resmi Presiden kepada para profesor serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari seluruh Indonesia.

Prof. Barsihannor hadir bersama Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Juhannis, M.A., sebagai representasi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dalam forum strategis kenegaraan tersebut. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.200 peserta dari berbagai institusi pendidikan tinggi dan menjadi ruang dialog kebangsaan antara pemerintah dan komunitas akademik dalam merumuskan arah pembangunan nasional yang berbasis ilmu pengetahuan dan nilai kebangsaan.

Taklimat Presiden diawali dengan doa dan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam. Dalam arahannya, Presiden menyampaikan pandangan strategis mengenai tata kelola negara (statecraft) yang mencakup tiga pilar utama, yaitu statecraft berbasis ideologi, statecraft berbasis ekonomi, serta statecraft berbasis ketahanan dan keberlangsungan bangsa di tengah dinamika geopolitik global.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai the brain of the country, yakni pusat pengembangan pengetahuan, inovasi, dan pembentukan etos kebangsaan. Komunitas akademik diharapkan tidak hanya menjadi pengamat kebijakan publik, tetapi juga berperan aktif memberikan kontribusi intelektual dalam merumuskan arah pembangunan dan peradaban bangsa Indonesia.

Pada sesi akhir kegiatan, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri untuk bersalaman dan berdialog singkat dengan para peserta. Momen ini menjadi perhatian ketika Presiden berdialog lebih lama dengan Rektor UIN Alauddin Makassar. Dalam perbincangan tersebut, Presiden menyinggung gagasan strategis terkait Kampung Haji di Mekkah yang dinilai memiliki dimensi keagamaan, diplomasi, dan peningkatan pelayanan umat.

Menanggapi keseluruhan rangkaian kegiatan, Prof. Barsihannor menilai bahwa Taklimat Kebangsaan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum intelektual yang sarat gagasan dan visi strategis kebangsaan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya membangun kesadaran kolektif melalui pertukaran ide besar tentang negara, bangsa, dan masa depan Indonesia.

Kehadiran sivitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam forum nasional ini diharapkan semakin memperkuat peran PTKN sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pemikiran kebangsaan, keislaman, dan peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila dan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.