Prodi SPI Lakukan Finalisasi Kurikulum dan Distribusi Mata Kuliah Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026

  • 20 Januari 2026
  • 12:36 WITA
  • Administrator
  • Berita

Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting Ocean Cafe, Jalan Aroepala, dan dihadiri oleh pimpinan program studi serta dosen pengampu mata kuliah. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Prodi SPI dalam menjaga mutu akademik dan memastikan pelaksanaan kurikulum berjalan secara terarah, sistematis, serta selaras dengan standar pendidikan tinggi.

Finalisasi kurikulum yang dibahas dalam forum ini mengacu pada pendekatan Outcome-Based Education (OBE), yakni sistem pendidikan yang menekankan pada capaian pembelajaran lulusan. Melalui pendekatan ini, seluruh komponen kurikulum—mulai dari profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, metode pembelajaran, hingga sistem evaluasi—ditelaah secara terpadu. Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk memastikan kurikulum SPI relevan dengan perkembangan keilmuan Sejarah Peradaban Islam serta kebutuhan akademik mahasiswa.

Dalam sesi pembahasan, setiap mata kuliah ditinjau kembali dari aspek substansi, posisi dalam struktur kurikulum, serta kontribusinya terhadap pembentukan kompetensi mahasiswa. Peninjauan tersebut mencakup kesesuaian dengan visi dan misi program studi, relevansi dengan profil lulusan, serta keterkaitan antar-mata kuliah baik secara horizontal maupun vertikal. Dengan demikian, kurikulum yang difinalisasi diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mencerminkan kedalaman kajian dan kekhasan keilmuan Sejarah Peradaban Islam.

Selain finalisasi kurikulum, kegiatan ini juga memfokuskan pada distribusi mata kuliah Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026. Distribusi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan beban studi mahasiswa, kesinambungan materi pembelajaran, serta kesiapan dosen pengampu. Evaluasi terhadap pelaksanaan perkuliahan pada semester sebelumnya turut menjadi dasar dalam merancang distribusi yang lebih proporsional, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung efektif dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sejarah Peradaban Islam menegaskan komitmennya dalam mengelola kurikulum secara adaptif dan berkelanjutan. Kurikulum dipandang sebagai instrumen akademik yang harus terus dievaluasi seiring dinamika keilmuan dan tuntutan zaman. Hasil finalisasi ini selanjutnya menjadi acuan resmi dalam pelaksanaan pembelajaran, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta pengelolaan akademik lainnya pada Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026, dengan harapan mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.