Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Meeting Ocean Cafe, Jalan Aroepala, dan dihadiri oleh pimpinan program studi serta dosen pengampu mata kuliah. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Prodi SPI dalam menjaga mutu akademik dan memastikan pelaksanaan kurikulum berjalan secara terarah, sistematis, serta selaras dengan standar pendidikan tinggi.
Finalisasi kurikulum
yang dibahas dalam forum ini mengacu pada pendekatan Outcome-Based Education (OBE),
yakni sistem pendidikan yang menekankan pada capaian pembelajaran lulusan.
Melalui pendekatan ini, seluruh komponen kurikulum—mulai dari profil lulusan,
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK),
bahan kajian, metode pembelajaran, hingga sistem evaluasi—ditelaah secara
terpadu. Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk memastikan kurikulum SPI
relevan dengan perkembangan keilmuan Sejarah Peradaban Islam serta kebutuhan
akademik mahasiswa.
Dalam sesi
pembahasan, setiap mata kuliah ditinjau kembali dari aspek substansi, posisi
dalam struktur kurikulum, serta kontribusinya terhadap pembentukan kompetensi
mahasiswa. Peninjauan tersebut mencakup kesesuaian dengan visi dan misi program
studi, relevansi dengan profil lulusan, serta keterkaitan antar-mata kuliah
baik secara horizontal maupun vertikal. Dengan demikian, kurikulum yang
difinalisasi diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga
mencerminkan kedalaman kajian dan kekhasan keilmuan Sejarah Peradaban Islam.
Selain finalisasi
kurikulum, kegiatan ini juga memfokuskan pada distribusi mata kuliah Semester
Genap Tahun Akademik 2025–2026. Distribusi dilakukan secara
cermat dengan mempertimbangkan beban studi mahasiswa, kesinambungan materi
pembelajaran, serta kesiapan dosen pengampu. Evaluasi terhadap pelaksanaan
perkuliahan pada semester sebelumnya turut menjadi dasar dalam merancang
distribusi yang lebih proporsional, sehingga proses pembelajaran dapat
berlangsung efektif dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Sejarah Peradaban
Islam menegaskan komitmennya dalam mengelola kurikulum secara adaptif dan
berkelanjutan. Kurikulum dipandang sebagai instrumen akademik yang harus terus
dievaluasi seiring dinamika keilmuan dan tuntutan zaman. Hasil finalisasi ini
selanjutnya menjadi acuan resmi dalam pelaksanaan pembelajaran, penyusunan
Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta pengelolaan akademik lainnya pada
Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026, dengan harapan mampu menghasilkan
lulusan yang unggul dan berdaya saing.

