Gowa 14 September 2026 — Pengalaman menempuh pendidikan di tengah keberagaman dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga. Hal itu tergambar dalam perjalanan Katarina Leba Tukan, mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, yang beragama Katolik dan menuangkan pengalaman kehidupannya ke dalam sebuah buku berjudul Aku Datang Sendiri: Catatan Kehidupan Perempuan Minoritas di Kampus Islam.
Buku tersebut diluncurkan dalam rangkaian kegiatan ramah tamah wisudawan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar pada 14 September 2026. Momen ini menjadi istimewa karena tidak hanya menandai lahirnya sebuah karya, tetapi juga menghadirkan refleksi mengenai keberagaman, toleransi, dan pengalaman menjalani kehidupan akademik di lingkungan kampus Islam.
Melalui buku yang dikemas dalam bentuk catatan kehidupan bernuansa semi-novel tersebut, Katarina mengabadikan pengalaman personalnya sebagai perempuan dari kelompok minoritas di lingkungan pendidikan Islam. Pengalaman itu menjadi ruang refleksi tentang bagaimana perbedaan identitas dapat hadir berdampingan dengan proses belajar, pertemanan, dan pertumbuhan intelektual.
Kisah Katarina memperlihatkan bahwa perguruan tinggi bukan semata-mata tempat memperoleh pengetahuan melalui perkuliahan. Kampus juga menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang, tempat mahasiswa belajar memahami perspektif yang berbeda, membangun hubungan sosial, serta mengembangkan sikap saling menghormati.
Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian Katarina. Ia memandang peluncuran buku tersebut sebagai momen sederhana yang memiliki makna istimewa, terutama karena pengalaman hidup yang dijalani Katarina berhasil diolah menjadi karya yang dapat dibaca dan direnungkan oleh orang lain.
Menurut Prof. Barsihannor, Katarina tidak hanya mampu menjalani proses akademik di lingkungan kampus Islam, tetapi juga berhasil mengabadikan pengalaman kehidupannya melalui sebuah buku. Capaian tersebut semakin membanggakan karena Katarina juga meraih prestasi akademik sebagai terbaik ketiga di Program Studi Ilmu Perpustakaan.
“Ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk pintar menjawab soal di ruang kuliah, tetapi juga mampu membaca kehidupan, merefleksikannya, lalu mengubah pengalaman menjadi pengetahuan dan karya,” ungkap Prof. Barsihannor dalam pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang untuk belajar bersama, tumbuh bersama, dan saling memahami dalam keberagaman. Perbedaan identitas, menurutnya, tidak semestinya menjadi sekat, melainkan dapat menjadi sumber pengalaman dan kekayaan intelektual.
Pesan tersebut menemukan relevansinya dalam perjalanan Katarina. Keberadaannya sebagai mahasiswa Katolik di UIN Alauddin Makassar menjadi bagian dari kisah yang ia refleksikan dalam buku tersebut. Pengalaman ini menghadirkan kesempatan bagi pembaca untuk melihat kehidupan kampus dari sudut pandang yang mungkin berbeda dari pengalaman mereka sendiri, sekaligus mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai toleransi dan kehidupan bersama.
Peluncuran buku ini juga memiliki keterkaitan erat dengan bidang Ilmu Perpustakaan. Tradisi literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca dan menulis, tetapi mencakup upaya merekam pengalaman, mengolah informasi, membangun pengetahuan, dan menyebarluaskan gagasan. Dalam konteks tersebut, karya Katarina menjadi contoh bagaimana pengalaman personal dapat didokumentasikan menjadi bahan refleksi yang menjangkau pembaca lebih luas.
Bagi Jurusan Ilmu Perpustakaan, capaian Katarina merupakan kebanggaan sekaligus pengingat akan pentingnya mendorong budaya literasi dan kreativitas di kalangan mahasiswa. Prestasi akademik dan lahirnya karya tulis menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat melahirkan berbagai bentuk kontribusi, baik melalui pencapaian di ruang kuliah maupun melalui karya yang membawa gagasan ke tengah masyarakat.
Prof. Barsihannor pun menyampaikan harapan agar Katarina terus mengembangkan kemampuan menulisnya. Ia berharap catatan kehidupan yang dituangkan dalam buku tersebut kelak dapat menjadi cermin bagi banyak orang untuk memahami arti keberagaman, toleransi, dan kemanusiaan.
Peluncuran Buku "Aku Datang Sendiri": Catatan Kehidupan Perempuan Minoritas di Kampus Islam menjadi pengingat bahwa pengalaman yang berangkat dari perjalanan pribadi dapat menghadirkan pelajaran yang lebih luas. Melalui literasi, cerita tentang perbedaan dapat menjadi ruang dialog, pengalaman dapat berkembang menjadi pengetahuan, dan tulisan dapat membantu menumbuhkan pemahaman antarmanusia.
Kisah Katarina sekaligus menegaskan bahwa pendidikan dan literasi memiliki peran penting dalam membangun lingkungan akademik yang menghargai keberagaman—tempat setiap mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi melalui jalan yang mereka tempuh.
Editor dan Thumbnail: Bayu
Sumber: Panitia Pelaksana