Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin, Prof. Andi Sukri Syamsuri Serukan Penyelamatan Naskah Kuno: "Jangan Biarkan Sejarah Lapuk"

Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin, Prof. Andi Sukri Syamsuri Serukan Penyelamatan Naskah Kuno: "Jangan Biarkan Sejarah Lapuk"

Makassar – Dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan, yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Linguistik pada Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., tampil sebagai narasumber utama dalam Kegiatan Diseminasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno Angkatan I.

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar ini berlangsung di Aston Makassar Hotel & Convention Center pada Selasa (28/7). Mengangkat tema “Jangan Biarkan Sejarah Lapuk: Aksi Nyata Masyarakat dalam Penyimpanan dan Perawatan Naskah Kuno”, kegiatan ini sangat relevan dengan disiplin keilmuan perpustakaan, khususnya terkait preservasi warisan dokumenter dan literasi budaya.

Dalam presentasinya yang menggugah, Prof. Andi Sukri menekankan bahwa naskah kuno jauh lebih berharga daripada sekadar barang antik. Naskah-naskah tersebut merupakan sumber informasi otentik yang merekam identitas keluarga, jejak sejarah, evolusi bahasa, hingga memori kolektif suatu peradaban.

"Setiap naskah memiliki dimensi nilai pribadi dan publik. Kehilangan satu naskah kuno sama halnya dengan menghapus satu babak sejarah yang tak mungkin bisa direplika atau digantikan," tegasnya. Beliau menambahkan bahwa upaya pelestarian bahan pustaka dan arsip kuno tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, melainkan butuh sinergi kuat dari masyarakat selaku ahli waris sah kebudayaan tersebut.

Sejalan dengan keilmuan di Jurusan Ilmu Perpustakaan, Prof. Andi Sukri juga mengedukasi peserta mengenai faktor-faktor perusak naskah. Ia menjelaskan ancaman dari faktor lingkungan seperti kelembapan dan paparan cahaya, agen biologis seperti jamur dan serangga, hingga human error dalam penanganannya, seperti penggunaan lem, selotip, atau bahan kimia yang tidak standar. Sebagai bentuk preventif, masyarakat diimbau untuk menyimpan koleksi naskahnya di tempat bersuhu stabil, melakukan pendokumentasian riwayat kepemilikan, dan tak segan berkonsultasi dengan ahli konservasi jika menemukan kerusakan.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan ini juga menepis miskonsepsi di tengah masyarakat terkait pendaftaran naskah kuno. Ia menjamin bahwa inventarisasi dan pendataan yang dilakukan oleh instansi terkait bukanlah upaya untuk mengambil alih hak milik.

"Pendaftaran naskah justru bertujuan untuk memberikan legitimasi dan pengakuan atas keberadaan naskah tersebut, sekaligus memudahkan pendampingan pelestariannya. Hak milik sepenuhnya tetap berada di tangan keluarga atau komunitas. Segala bentuk akses maupun publikasinya pun akan sangat menghormati nilai sakral naskah dan izin dari pemiliknya," jelas pakar linguistik tersebut.

Menyikapi perkembangan era digital, Prof. Andi Sukri juga mendorong pelibatan generasi muda melalui upaya digitalisasi naskah kuno yang beretika. Media sosial, menurutnya, dapat menjadi ruang edukasi yang masif jika dimanfaatkan dengan tepat, tanpa melanggar privasi atau kerahasiaan informasi sensitif yang terkandung dalam naskah.

Melalui diseminasi ini, diharapkan tingkat literasi masyarakat dan kepedulian terhadap warisan dokumenter semakin meningkat. Kehadiran Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., mewakili civitas akademika Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, menjadi wujud nyata kontribusi akademisi kampus dalam menjaga peradaban bangsa, memastikan bahwa sejarah kita tidak lapuk dimakan waktu.


Editor & visual thumbnail: Bayu

Sumber foto dan informasi: Panitia Penyelenggara