Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
Tingkatkan Literasi Keamanan Digital, Dua Dosen Ilmu Perpustakaan UINAM Ikuti Pelatihan Cyber Security BAKTI KOMDIGI

Tingkatkan Literasi Keamanan Digital, Dua Dosen Ilmu Perpustakaan UINAM Ikuti Pelatihan Cyber Security BAKTI KOMDIGI

MAROS – Era transformasi digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga tantangan baru, khususnya terkait keamanan aset digital dan informasi. Merespons hal tersebut, dua dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin Makassar, yakni Taufiq Mathar dan Bayu Rizki, berpartisipasi aktif dalam Pelatihan Cyber Security yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu hingga Kamis (1-2 April 2026) ini, bertempat di BLK Komunitas Matahari, Dusun Mangempang, Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“pelatihan

Berdasarkan surat undangan resmi penyelenggara, pelatihan ini secara khusus dirancang dengan tiga tujuan utama dalam rangka meningkatkan keamanan informasi di era digital, yaitu:

  1. Meningkatkan pemahaman mengenai keamanan sistem dan jaringan.

  2. Mengidentifikasi serta mencegah potensi ancaman siber.

  3. Meningkatkan kemampuan dalam penanganan insiden keamanan informasi.

Pelatihan ini mengusung pendekatan strategis yang sangat aplikatif. Pada hari pertama, fokus materi ditekankan pada "Pondasi & Persiapan", sementara hari kedua difokuskan pada "Aksi & Pemulihan".

Dari berbagai sesi yang diikuti, Taufiq Mathar dan Bayu Rizki beserta peserta lainnya dibekali dengan 6 Pilar Utama Pengelolaan Keamanan, yang dianalogikan seperti menjaga keamanan sebuah rumah, yaitu:

  • Govern (Aturan): Menentukan siapa yang bertanggung jawab dan apa aturannya.

  • Identify (Kenali): Memetakan aset digital (Data, Server, User).

  • Protect (Lindungi): Cara mengunci akses keamanan (Password, Firewall, Coding).

  • Detect (Temukan): Cara mendeteksi ancaman atau penyusup.

  • Respond (Tindak): Langkah yang diambil saat terjadi serangan.

  • Recover (Pulihkan): Strategi untuk bangkit dan memulihkan sistem kembali.

Materi juga menyoroti pentingnya memahami Vulnerability Difference (Perbedaan Celah Keamanan) agar pengelola web tidak salah prioritas. Celah keamanan ini dibagi menjadi tiga aspek: Teknis (bug pada sistem seperti SQL Injection), Manusia (phishing atau password lemah), dan Proses (ketiadaan aturan pergantian password berkala). Menariknya, data statistik yang dipaparkan menyebutkan bahwa lebih dari 80% serangan siber dimulai dari kesalahan manusia (human error).

Terkait pengelolaan Content Management System (CMS) seperti WordPress, para dosen juga dibekali wawasan Security Awareness. Mereka dilatih untuk menjaga ekosistem website tetap aman melalui The Big Three Updates (memperbarui Core, Plugin, dan Theme), menghindari plugin bajakan (Nulled) yang bisa menjadi pintu masuk backdoor, serta mewaspadai taktik Social Engineering (Phishing).

Salah satu prinsip utama yang ditekankan sepanjang pelatihan ini adalah: "Keamanan bukanlah sebuah produk, melainkan sebuah proses berkelanjutan." Operator atau pengelola website kampus diingatkan bahwa peran mereka bukan sekadar pengunggah konten, melainkan garda terdepan dalam menjaga gawang aset digital institusi.

Partisipasi Taufiq Mathar dan Bayu Rizki dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan kampus, sekaligus membawa dampak positif dalam memperkuat literasi dan implementasi keamanan siber pada sistem informasi dan ekosistem akademik di UIN Alauddin Makassar.


Editor & Desain Thumbnail : Bayu 

Keywords: Jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin Makassar,  Workshop Cyber Security.