Wakil Dekan I Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Muhammad Yusuf, M.Pd.I, menjadi salah satu narasumber pada International Seminar on Higher Education yang mengangkat tema penguatan inovasi dan kolaborasi akademik di era digital. Seminar internasional ini direncanakan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (9–10 Januari 2026).
Kegiatan tersebut
diselenggarakan oleh Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM)
bekerja sama dengan Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) PBHMI, serta
didukung jejaring perguruan tinggi lintas negara. Forum akademik ini
menghadirkan para pakar dan akademisi dari berbagai kawasan dunia, termasuk
Asia, Eropa, dan Amerika Serikat, dan diikuti oleh peserta secara hibrida
(luring dan daring).
Dalam forum
bergengsi tersebut, Prof. Dr. Muhammad Yusuf memaparkan materi berjudul “Dari Tekstual ke
Kontekstual: Pendekatan Interdisipliner dalam Riset Al-Qur’an.”
Ia menekankan pentingnya pengembangan kajian Al-Qur’an yang tidak hanya
berhenti pada pendekatan tekstual, tetapi juga mengintegrasikan perspektif
keilmuan lain seperti sosial, humaniora, dan teknologi agar riset Al-Qur’an
lebih relevan dengan dinamika masyarakat global.
Menurutnya,
pendekatan interdisipliner menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan
kontemporer, sekaligus memperkuat posisi studi keislaman dalam lanskap akademik
internasional. “Riset Al-Qur’an perlu terus bergerak dari pembacaan normatif
menuju pemaknaan kontekstual yang mampu berdialog dengan realitas zaman,”
ungkap Prof. Yusuf dalam pemaparannya.
Seminar ini menjadi
momentum strategis dalam merancang dan memperkuat program kerja sama riset dan
pengabdian kepada masyarakat antara akademisi lintas benua
dengan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagai isu global turut
dibahas dalam forum ini, mulai dari transformasi teknologi digital, inovasi
pendidikan tinggi, hingga tantangan keberlanjutan ekonomi dan sosial.
Keikutsertaan Wakil Dekan I FAH UIN Alauddin Makassar
sebagai narasumber dalam seminar internasional ini menunjukkan komitmen FAH
untuk terus berperan aktif dalam pengembangan keilmuan, memperluas jejaring
akademik global, serta mendorong kolaborasi riset yang inovatif dan berdampak luas
bagi masyarakat.

