Dosen BSA Jadi Pemateri Halaqah PERGUNU Bahas Kurikulum Berbasis Cinta di Pesantren

  • 06 Januari 2026
  • 10:18 WITA
  • Administrator
  • Berita

Makassar - Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Afifuddin, Lc., M.Pd.I, dipercaya menjadi pemateri utama dalam kegiatan Halaqah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) yang mengangkat tema Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Pondok Pesantren. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Traveller Phinisi, Makassar, pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Halaqah tersebut diikuti oleh para guru pesantren, pendidik madrasah, serta pengurus PERGUNU dari berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan praktik pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, kemanusiaan, serta moderasi beragama dalam sistem pembelajaran pesantren.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. Afifuddin menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan cinta sebagai fondasi utama dalam proses belajar-mengajar. Ia menegaskan bahwa cinta dalam konteks pendidikan tidak semata-mata dimaknai sebagai afeksi, tetapi juga mencakup empati, penghargaan terhadap perbedaan, tanggung jawab moral, serta keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari.

“Pesantren sejak awal lahir dengan spirit cinta—cinta kepada ilmu, guru, sesama, dan bangsa. Kurikulum berbasis cinta sejatinya adalah penguatan nilai-nilai luhur pesantren agar tetap relevan dengan tantangan zaman,” ungkap Prof. Afifuddin di hadapan peserta halaqah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan akhlak dalam implementasi kurikulum tersebut. Menurutnya, keberhasilan kurikulum tidak hanya ditentukan oleh dokumen dan perangkat ajar, tetapi sangat bergantung pada ketulusan, kesadaran, dan komitmen pendidik dalam menghadirkan suasana belajar yang humanis, inklusif, dan membebaskan.

Kegiatan halaqah berlangsung secara dialogis dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif. Para peserta berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan berbagai tantangan dalam menerapkan nilai-nilai cinta di lingkungan pesantren yang memiliki latar belakang dan karakter beragam.

Pengurus PERGUNU menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prof. Dr. H. Afifuddin untuk berbagi gagasan dan praktik pendidikan. Melalui kegiatan ini, PERGUNU berharap para guru NU semakin berperan aktif dalam membangun pendidikan pesantren yang ramah, berkarakter, serta berorientasi pada pembentukan insan berakhlakul karimah dan berwawasan kebangsaan.