Makassar, 9 Desember 2025 — Seminar Internasional bertema Badik, Politik, dan Perjudian Identitas Sulawesi bersamaan dengan peluncuran novel Membilang Bintang berlangsung pada 9 Desember 2025 di Aula Senat, Lantai 4 Gedung Rektorat, UIN Alauddin Makassar. Acara ini menarik perhatian yang cukup besar dari kalangan akademisi dan budaya, dengan dihadiri 183 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, peneliti, pengamat budaya, dan pencinta sastra. Seminar ini berfungsi sebagai ruang untuk mengeksplorasi identitas budaya Sulawesi dalam dinamika sosial dan politik kontemporer.
Program ini menampilkan delapan pembicara terkemuka: Sylvia Tiwon dari Universitas California Berkeley, Eka Budianta, Junaedi Setiyono, Aslan Abidin, Zainal Beta, Lian Gouw, Nur Amin Saleh, dan Umar Thamrin, penulis buku Membilang Bintang . Setiap pembicara membawa sudut pandang unik ke dalam diskusi, mulai dari penelitian budaya dan interpretasi sastra hingga representasi artistik dan perspektif media. Sesi ini dimoderatori oleh Waode Surya Darmadali, yang mempertahankan suasana yang menarik dan terfokus sepanjang acara.
Para pembicara mengkaji hubungan antara budaya dan ekspresi politik, meningkatkan kesadaran tentang bagaimana narasi budaya memengaruhi transformasi masyarakat. Sesi tanya jawab mendapat partisipasi aktif dari audiens, menyoroti relevansi pelestarian budaya yang berkelanjutan di era globalisasi.
Seminar tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Alauddin Makassar bersama Dekan Fakultas Adab dan Humaniora. Dalam sambutannya, mereka menegaskan komitmen universitas untuk mendukung forum akademik yang memperkuat kesadaran budaya sekaligus mendorong pengembangan karya ilmiah dan sastra yang berakar pada warisan lokal. Pernyataan mereka menggarisbawahi pentingnya kontribusi akademik terhadap identitas budaya nasional.
Acara tersebut diakhiri dengan peluncuran resmi novel Membilang Bintang , yang mendapat apresiasi antusias dari para peserta. Novel tersebut dipuji karena penggambaran budaya Sulawesi yang puitis dan mendalam, yang sangat menyentuh hati para hadirin. Keberhasilan seminar ini diharapkan dapat menginspirasi kolaborasi penelitian dan inisiatif studi budaya lebih lanjut, serta menumbuhkan rasa bangga yang lebih kuat terhadap warisan budaya di kalangan generasi mendatang.

