Sivitas FAH resmi melepas Ketua Jurusan BSI FAH ke UIN Syahid

  • 30-07-2019
  • 05:21 WITA
  • admin_fah
  • Berita

“Agaknya, semua sepakat dengan kiasan bahwa Hidup adalah perjalanan. Bicara tentang perjalanan, setiap perjalanan tentu memiliki destinasi. Kita ketahui destinasi akhir kita adalah Allah swt. Namun di sela-sela perjalanan, setiap hidup pasti memiliki persinggahan”

Begitulah pengantar yang disampaikan oleh Kustiwan Syarif, S.Ag., MA., Ph.D dalam acara pelepasannya secara resmi menuju “persinggahan baru”  pada Fakultas Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara tersebut bertempat di Ruang LT Fakultas Adab dan Humaniora pada hari Senin, 22 Juli 2019.

Kustiwan Syarif, MA, Ph.D sebagaimana diketahui adalah Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FAH sejak tahun 2017. Kustiwan, panggilan akrab beliau, telah menjadi bagian dari Fakultas Adab dan Humaniora sejak tahun 1998, yaitu pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Radhi al-Hafid. Baginya, persinggahannya di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar selama 21 tahun (1998-2019) bukanlah sekedar persinggahan biasa. Ia telah bertemu dengan orang-orang luar biasa yang telah memberikan pengalaman, pelajaran, serta episode hidup menakjubkan yang membentuk dirinya secara personal.

Dalam kesempatan tersebut, Kustiwan bercerita tentang pertemuannya dengan orang-orang hebat. Sebagaimana dia ungkap, perjumpaannya dengan Prof. Dr. Radhi al-Hafid telah mengajarkan kepadanya tentang kerendahan hati, prinsip kebersamaan serta sikap saling menghargai perbedaan. Bersama Dr. Rauf Aliah yang ia gelari dengan sosok “Perlente”, karena menurutnya beliau adalah sosok yang selalu rapi dan memperhatikan hal detail. Sikap tersebut terimplementasi  pada ketelitian dalam mengerjakan setiap tugas. Bahkan Dr. Rauf Aliah pula yang mendorongnya untuk melanjutkan studi S2 di Australia. Lebih lanjut, keakrabannya dengan Prof. Dr. Azhar Arsyad, mengantarkannya pada gaya baru dari cari belajar. Ia menyebutnya “push your self beyond the limit”. Gaya tersebut memaksanya untuk belajar, memaksa diri mencapai bahkan melampaui batasan. Gaya tersebut pula yang membuatnya menjadi bagian tak terpisahkan dari Rencana Pembangunan Kampus II UIN Alauddin Makasssar pada masa Prof. Dr. Azhar Arsyad, MA. Setelah pembangunan dimulai, ia mendapatkan ijin untuk melanjutkan studi S3 di Luar Negeri pada tahun 2007.

Kustiwan kembali bercerita tentang sosok-sosok yang merubah hidupnya. Baginya Prof. Dr. Mardan, MA adalah role model dalam keteguhan bekerja dengan prinsip kerja tuntas, cerdas dan ikhlas. Lalu, Prof. Dr. Rusydi Khalid, MA dan Dr. HM. Dahlan, M.Ag adalah representasi dari sosok seorang guru yang begitu cinta dan ikhlas dalam menjalankan profesinya. Lebih lanjut, kepemimpinan yang berada di pundak Dr. H. Barsihannor, M.Ag saat ini, menurutnya adalah bagian penting dari kegemilangan  Fakultas Adab dan Humaniora kini. H. Barsih (panggilan akrab beliau) adalah sosok yang memperkenalkan Konsep Kepemimpinan Quantum kepadanya. Strategi kepemimpinan tersebut mencoba menyentuh dimensi paling dalam dari kemanusian kita. Quantum Leadership sangat ditentukan dengan cepatnya perubahan kehidupan manusia dan ketidaktentuan global. Baginya, beliau adalah sosok pemimpin yang dibutuhkan di Era Milenial kini yang membutuhkan sosok leading by example di tengah ketidaktentuan global serta Revolusi Industri 4.0.

Sebelum mengakhiri cerita tentang episode hidupnya di Fakultas Adab dan Humaniora selama 21 tahun. Ia mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh sivitas akademika Fakultas Adab dan Humaniora.

Sekali lagi saya merasa bersyukur atas proses hidup itu. Tapi inlah kehidupan. Rupanya, persinggahan saya harus saya tersukan ke persinggahan lain. Saya mengucapkan terima kasih atas segala hal, kepada pimpinan, dosen, staf serta kepada mahasiswa yang telah menjadi bagian hidup saya. Terima kasih pula kepada istri saya yang telah merelakan suaminya untuk tinggal jauh selama 21 tahun. Mungkin itu yang menjadi kekuatan bagi saya dalam menjalankan tugas. Dalam kesempatan ini pula, saya mengucapkan permohonan maaf kepada pak Dekan dan jajaran, rekan dosen, staf dan seluruh mahasiswa/i atas segala kesalahan yang mungkin pernah saya perbuat”

Dalam kesempatan tersebut pula, Dr. HM. Dahlan, M.Ag mewakili dosen FAH menyampaikan bahwa selama Pak Kustiwan berkiprah di FAH tidak pernah ada noda setitikpun, baik tutur kata serta perangai yang menciderai perasaan orang lain. Justru bapak Kustiwan mengajarkan cara berkomunikasi yang baik serta cara bergaul yang baik. “Semoga Bapak sukses dalam perjalanan barunya, semoga kiranya kami tidak dilupakan” begitu kata beliau.

Sebagai penutup, Dr. H. Barsihannor selaku Dekan FAH menyampaikan bahwa ia kehilangan sosok yang inspiring serta mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pengabdian selama 21 tahun bagi Fakultas dan Universitas. “Kita ketahui Pak Kustiwan adalah bagian tak terpisahkan dari Fakultas Adab dan Humaniora selama bertahun-bertahun, serta pernah menjadi bagian dari Pembangunan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Ini perlu menjadi pelajaran bagi kita semua, sebagaimana dalam pepatah arab al- Fadhlu lil Mubtadhi wa in ahsanu lil Muqtadi bahwa keutamaan itu ada pada orang yang memulai. Tentu sangat berat melepas beliau, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya serta terima kasih kepada ibu (istri pak Kustiwan) yang dengan setia mempercayakan Pak Kustiwan untuk dirawat di Fakultas ini. Selaku manusia biasa, maka atas nama sivitas akademika kami memohon maaf kepada Pak Kustiwan dan keluarga sekiranya ada kesalahan dan kekhilafan selama pergaulan kami. Selamat bertugas di Persinggahan barunya UIN Syarif Hidayatullah, semoga bapak dapat menerapkan pengalamannya selama bertugas di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar”

Acara pelepasan tersebut dihadiri pula oleh para Wakil Dekan Fakultas Adab, para Dosen, staf, serta mahasiswa/i. Acara pelepasan tersebut diakhiri dengan serah terima bingkisan dari jajaran pimpinan serta dosen Fakultas Adab dan Humaniora serta foto bersama.